Di sisi lain, terdapat aspek lain yang menjadi tantangan besar, yakni menyatukan visi dari latar belakang praja yang beragam. Sebagai seorang pemimpin, kata dia, praja harus terbiasa dengan perbedaan, baik dari aspek budaya, etnik, agama, maupun kepercayaan.
Bagi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perbedaan, Bima meyakini sosok tersebut akan menjadi pemimpin unggulan di masa depan.
“Saya bangga, saya berdiri di sini bersama Pak Bupati, bersama Pak Wakil Rektor, melepas kalian dengan penuh rasa bangga dan menatap hasil dari keringat dan jerih payah kalian yang sangat nyata dan sangat bermanfaat bagi warga Aceh Tamiang,” ujar Bima.
Baca Juga: 20 Contoh Poster Hari Buruh Internasional 2026, Cocok Diunggah ke Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang telah mendukung kinerja praja IPDN. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Kami mendoakan agar Bapak/Ibu semua warga Aceh Tamiang berkehidupan dengan normal dan insyaAllah bahkan jauh lebih baik lagi,” tandasnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan IPDN, serta pihak terkait lainnya.
