4 WNI yang Disandera di Somalia Siapa dan Orang Mana? Ini Identitas dan Fakta Pembajakan Kapal Honour 25

Rabu 29 Apr 2026, 11:34 WIB
Ilustrasi. Penyanderaan WNI dalam insiden pembajakan kapal tanker Honour 25 di perairan Somalia. (Sumber: Freepik/wirestock)

Ilustrasi. Penyanderaan WNI dalam insiden pembajakan kapal tanker Honour 25 di perairan Somalia. (Sumber: Freepik/wirestock)

POSKOTA.CO.ID - Empat warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi sandera dalam insiden pembajakan kapal tanker Honour 25 di perairan Somalia.

Kapal Honour 25 disebut dikuasai oleh enam orang bersenjata pada Rabu malam, 22 April 2026, saat berada sekitar 30 mil laut dari lepas pantai Somalia.

Seluruh awak kapal yang berada di atas kapal dilaporkan tidak dapat melakukan perlawanan ketika para pelaku mengambil alih kendali.

Pembajakan itu sendiri terjadi pada 21 April 2026, ketika kapal tanker Honour 25 sedang berlayar dari Oman menuju wilayah Somalia.

Di mana, kapal membawa total 17 awak dari berbagai negara, termasuk empat warga negara Indonesia.

Sehari sebelum pembajakan terjadi, situasi di kapal disebut sudah menegangkan. Kapten kapal sempat memberikan kabar kepada keluarga bahwa awak kapal berada dalam kondisi terancam.

Pesan terakhir tersebut kemudian menjadi kenyataan. Tak lama setelah itu, kapal disebut disergap kelompok bersenjata yang datang dengan persenjataan lengkap.

Para perompak dilaporkan naik ke kapal dan bergerak cepat mengambil alih kendali. Seluruh kru kemudian disandera tanpa perlawanan berarti.

Unit Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya dari militer Inggris turut mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Mereka menyebut pihak tak berwenang telah mengambil alih kapal tanker dan mengarahkan kapal

"Ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia," demikian bunyi kutipan yang dilansir dari AP News.

Baca Juga: Viral Penumpang Masak Mi Instan di Kereta, KAI Ingatkan Risiko Overload Listrik dan Aturan Penggunaan Stop Kontak

Perairan di sekitar Somalia yang dikenal sebagai kawasan "Tanduk Afrika" atau Horn of Africa, tersebut sejak lama disebut sebagai salah satu jalur pelayaran paling berbahaya di dunia.

Meski sempat mereda setelah patroli internasional besar-besaran pada dekade sebelumnya, aksi pembajakan dilaporkan kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok perompak Somalia umumnya bergerak dengan motif ekonomi. Mereka menggunakan kapal kecil berkecepatan tinggi untuk mendekati kapal tanker maupun kapal kargo yang melintas di Teluk Aden dan sekitarnya.

Setelah berhasil menguasai kapal, para pelaku biasanya menahan awak kapal sebagai sandera untuk meminta uang tebusan kepada pemilik kapal atau pemerintah negara asal korban.

Di tengah ketidakpastian tersebut, publik juga menanti kejelasan mengenai identitas para WNI yang menjadi korban dan perkembangan terbaru dari upaya penyelamatan kapal Honour 25.

Lantas, siapa empat WNI yang disandera di somalia dan dari mana asalnya? Berikut informasinya lebih lanjut.

Baca Juga: Pemilik Taksi Listrik Green SM Indonesia Siapa? Viral usai Diduga Jadi Biang Kerok Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

4 WNI yang Disandera di Somalia Siapa dan Orang Mana?

Dari total 17 awak kapal Honour 25, empat orang di antaranya diketahui merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi sandera dalam insiden pembajakan tersebut.

Salah satu identitas yang telah terkonfirmasi adalah Ashari Samadikun, yang menjabat sebagai kapten kapal. Ia diketahui berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, tiga WNI lainnya dilaporkan berasal dari Bulukumba, Pemalang, dan Bogor.

Namun hingga saat ini, identitas lengkap ketiganya belum dipublikasikan secara resmi kepada masyarakat.

Keluarga para korban kini berharap adanya langkah cepat dari pemerintah Indonesia bersama otoritas internasional guna memastikan keselamatan seluruh awak kapal.


Berita Terkait


News Update