KAI Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Ditanggung 

Selasa 28 Apr 2026, 14:14 WIB
Penumpang KRL sedang dievakuasi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)

Penumpang KRL sedang dievakuasi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)

BEKASI TIMUR, POSKOTA.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan memastikan seluruh korban insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur mendapatkan perlindungan penuh.

KAI juga menjamin seluruh biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan bersama pihak asuransi.

“Kami memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka dan biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh KAI bersama asuransi,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.

Lanjut Anne, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Namun sampai dengan saat ini insiden ini menyebabkan korban di kalangan penumpang KRL, dengan enam orang meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Insiden Argo Bromo Anggrek Seruduk KRL di Bekasi Timur Lumpuhkan Perjalanan Kereta, KAI Fokus Evakuasi dan Penanganan Korban

Para korban kini telah mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Penanganan korban dilakukan secara terpadu di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI menyebut koordinasi dengan tim medis dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan optimal.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” kata Anne.

Baca Juga: Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Prabowo Subianto Siapkan Rp4 Triliun untuk Perlintasan

Proses evakuasi korban di lokasi kejadian berlangsung cukup panjang lantaran sejumlah korban masih dalam kondisi hidup dan memerlukan penanganan secara hati-hati.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, tenaga medis, dan petugas KAI bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditangani.

“Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena ada korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan segera. Tim di lapangan berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik,” kata Anne.

Selain penanganan medis, kata Anne, KAI juga membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban memperoleh informasi terkait kondisi penumpang.

Baca Juga: Tabrakan Kereta Api di Bekasi, DPRD Dorong Percepatan Pembangunan Flyover di Perlintasan Padat

Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi sekaligus dukungan kepada keluarga yang terdampak.

“Kami juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur agar keluarga dapat memperoleh informasi dengan cepat dan jelas terkait kondisi penumpang,” tutup Anne.

Sementara itu, operasional di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan, termasuk layanan naik dan turun penumpang.

Perjalanan KRL juga dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi sebagai bagian dari penyesuaian operasional selama proses penanganan berlangsung. 

"KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui Contact Center 121 atau kanal komunikasi resmi perusahaan," ucap Anne.


Berita Terkait


News Update