Sementara itu, ketika dalam kondisi panik untuk menyelamatkan barang berharga dari kobaran api, seorang pengusaha kusen, Komari, 41 tahun yang tokonya bersebelahan dengan gudang JNE mengaku telah kehilangan barang karena dicuri.
"Ada empat motor yang sudah diamankan di tempat aman. Namun pakaian istri dan anak yang dicoba untuk diselamatkan malah hilang dicuri saat sedang ditaruh keluarkan dari dalam toko," ujar Komari kepada Poskota.
Menurut keterangan Komari, kebakaran terjadi selama 30 menit, dimana terjadi ledakan diduga berasal dari petasan.
Baca Juga: Pedagang Ikan Hias TPHP Cengkareng Keluhkan Sepi Pengunjung dan Omzet Menurun
"Suara ledakan dalam gudang yang terbakar sampai terdengar hingga Jalan Juanda jaraknya hampir 2 kilometer. Suara tersebut berasal dari petasan," ungkapnya.
Akibat peristiwa ini, Komari pun ikut menjadi korban, dimana bagian loteng kamar mandinya hangus terbakar. Selain toko kusen tersebut, salah satu bengkel pembuat stenlisstill juga ikut terdampak pada bagian belakang bangunan.
"Dari peristiwa ini dari pihak JNE sudah ada etikat baik memperbaiki kerusakan yang ada. Bahkan sudah ada yang difoto bangunan terdampak rencana akan diganti," ujarnya.
Lebih lanjut, saat Poskota hendak melakukan pengecekan ke lokasi kebakaran, dari depan terlihat gerbang gudang tersebut tertutup rapat. Sedangkan lokasi gudang yang terbakar tampak dipasang garis polisi. (ang)
