Komari, pedagang kusen kayu madura menunjukam plafon kamar mandi yang gosong akibat terbakar, Senin, 27 April 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

JAKARTA RAYA

Gudang JNE di Sukmajaya Depok Kebakaran, Api Berasal dari Retur Bahan Kimia

Senin 27 Apr 2026, 17:58 WIB

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Gudang penyimpanan barang JNE di Jalan Proklamasi, Sukmahaya, Depok mengalami kebakaran pada Minggu, 26 April 2026 malam.

Berdasarkan keterangan polisi, api pertama kali muncul berasal dari retur barang berbahan kimia yang disimpan di dalam gedung.

Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya, Iptu Agung mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 22.20 WIB, api langsung menyambar bangunan gudang penyimpanan barang tersebut.

"Gudang terbuat dari seng dan tertutup terpal menyimpan barang-barang retur yang berisi bahan kimia dengan berbagai merek," ujar Agung kepada Poskota saat dikonfirmasi, Senin siang, 27 April 2026.

Baca Juga: Aksi Hemat Energi di Jakarta Berhasil Pangkas Emisi 77,53 Ton CO2e

Agung mengungkapkan, pada saat kejadian, satpam yang sedang bertugas melihat api dan langsung melakukan tindakan pemadaman menggunakan Apar.

"Dari hasil olah TKP, saksi security gedung JNE mencoba berusaha memadamkan api menggunakan apar. Namun bukan tambah kecil, malah tambah besar merembet ke sisi ruangan gudang," ungkapnya.

Meski begitul, api tak langsung berhasil dipadamkan. Barulah 15 menit setelah kejadian, 6 unit mobil Damkar dan 25 petugas pemadaam kebakaran Kota Depok terjun ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Proses pemadaman api pun berlangsung sekitar 1 jam.

"Dari hasil keterangan saksi yang sudah dimintai keterangan sebanyak 2 orang, yakni petugas security, tidak ada korban jiwa hanya kerugian materi dan untuk nominal estimasi berapa belum dapat diperkirakan," kata Agung.

Baca Juga: Penataan Kawasan Pasar Parung, Bupati Bogor Berencana Bangun Pasar Ikan Terbesar

"Tidak ada korban luka atau jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Untuk sementara selama penyelidikan masih berjalan di area yang terbakar dipasang garis polisi," ujarnya.

Sementara itu, ketika dalam kondisi panik untuk menyelamatkan barang berharga dari kobaran api, seorang pengusaha kusen, Komari, 41 tahun yang tokonya bersebelahan dengan gudang JNE mengaku telah kehilangan barang karena dicuri.

"Ada empat motor yang sudah diamankan di tempat aman. Namun pakaian istri dan anak yang dicoba untuk diselamatkan malah hilang dicuri saat sedang ditaruh keluarkan dari dalam toko," ujar Komari kepada Poskota.

Menurut keterangan Komari, kebakaran terjadi selama 30 menit, dimana terjadi ledakan diduga berasal dari petasan.

Baca Juga: Pedagang Ikan Hias TPHP Cengkareng Keluhkan Sepi Pengunjung dan Omzet Menurun

"Suara ledakan dalam gudang yang terbakar sampai terdengar hingga Jalan Juanda jaraknya hampir 2 kilometer. Suara tersebut berasal dari petasan," ungkapnya.

Akibat peristiwa ini, Komari pun ikut menjadi korban, dimana bagian loteng kamar mandinya hangus terbakar. Selain toko kusen tersebut, salah satu bengkel pembuat stenlisstill juga ikut terdampak pada bagian belakang bangunan.

"Dari peristiwa ini dari pihak JNE sudah ada etikat baik memperbaiki kerusakan yang ada. Bahkan sudah ada yang difoto bangunan terdampak rencana akan diganti," ujarnya.

Lebih lanjut, saat Poskota hendak melakukan pengecekan ke lokasi kebakaran, dari depan terlihat gerbang gudang tersebut tertutup rapat. Sedangkan lokasi gudang yang terbakar tampak dipasang garis polisi. (ang)

Tags:
DepokJNEkebakaran gudang JNEkebakaran gudangkebakaran

Angga Pahlevi

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor