POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, terus menjadi perhatian publik.
Tidak hanya dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak yang menjadi sorotan, profil pengelola hingga latar belakang keluarga pimpinan lembaga tersebut kini ikut dikuliti.
Di tengah berkembangnya kasus tersebut, perhatian publik kini mengarah pada sejumlah figur yang diduga masuk dalam struktur yayasan maupun pengelola lembaga.
Selain nama Diyah Kusumastuti yang ramai disebut sebagai sosok sentral, dua nama lain yakni Filda Kamila dan Wong Nga Liem ikut menjadi sorotan.
Nama Daycare Little Aresha sebelumnya viral di media sosial usai muncul berbagai unggahan yang menyoroti dugaan kekerasan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.
Sejak saat itu, publik mulai mencari tahu siapa saja sosok yang berada di balik pengelolaan lembaga penitipan anak tersebut.
Daycare Little Aresha sendiri dikenal sebagai lembaga pendidikan anak usia dini dengan konsep modern.
Mereka menyediakan layanan playgroup, taman kanak-kanak, hingga daycare dengan pendekatan pembelajaran yang diklaim inovatif dan holistik.
Lantas, siapa sebenarnya Filda Kamila dan Wong Nga Liem yang turut menjadi sorotan selain Diyah Kusumastuti?
Baca Juga: Adhisty Zara Viral di X, Ini Penyebab Namanya Mendadak Trending
Filda Kamila dan Wong Nga Liem Siapa?
Dalam daftar yang ramai dibahas, disebutkan bahwa terdapat tiga nama yang memiliki posisi penting di Little Aresha.
Ketiganya disebut menempati jabatan strategis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan yayasan maupun operasional lembaga pendidikan anak usia dini tersebut.
Adapun nama yang disebut sebagai Ketua Yayasan adalah Diyah Kusumastuti, S.E. Posisi ketua yayasan umumnya memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan lembaga, pengawasan manajemen, serta pengambilan keputusan strategis yang berkaitan dengan jalannya institusi.
Karena itu, nama Diyah Kusumastuti menjadi salah satu yang paling banyak disorot publik.
Selain itu, nama Filda Kamila disebut menjabat sebagai Bendahara Yayasan. Dalam struktur organisasi, bendahara biasanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan, administrasi anggaran, hingga pelaporan dana lembaga.
Jabatan tersebut juga dianggap penting karena berkaitan dengan tata kelola internal yayasan secara keseluruhan.
Sementara itu, Wong Nga Liem, S.H. disebut menduduki posisi Sekretaris Yayasan. Secara umum, sekretaris memiliki fungsi administratif, pengarsipan dokumen, korespondensi kelembagaan, serta mendukung koordinasi antarbagian dalam organisasi.
Posisi ini kerap menjadi penghubung dalam urusan formal lembaga. Meski demikian, informasi yang beredar di media sosial tersebut masih menjadi pembahasan publik dan belum seluruhnya dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Hingga detik ini, pihak kepolisian belum merilis satu pun nama, inisial tersangka, apalagi mempublikasikan profil biodata dari pemilik atau pengelola Daycare Little Aresha kepada publik.
Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) hukum pidana, identitas lengkap para saksi, pengelola, maupun terduga pelaku wajib dijaga kerahasiaannya hingga pihak penyidik memiliki dua alat bukti yang cukup dan menetapkan status tersangka secara resmi melalui gelar perkara atau konferensi pers.
Lebih lanjut, dari informasi yang tersebar di media sosial, anak dari pemilik yayasan yakni Filda Kamila dan Wong Nga Liem memiliki latar pendidikan yang mentereng.
Hal tersebut diketahui dari unggahan yang dibagikan di akun Thread @lenaomylo pada 26 April 2026.
"Mau nambahin seluk beluk kasus Day Care Jogja yang lagi viral itu. Ini akun mantunya Bu Dyah owner day care LA dan FYI dia dan anaknya si owner Wong Nga Liem yang juga jadi staff di Day Care itu lagi kuliah LPDP di Australia dan denger2 mantunya ini punya background orang pemerintahan. Saya post ini karena ingin membantu kepastian para ortu korban. Monggo silahkan bersilaturahmi karena hampir semua akun stakeholdernya hilang," beber akun tersebut.
Tak hanya itu, akun Instagram pun ikut dibongkar oleh warganet yakni @kintanputri dengan pemilik nama Kintansari Adhyna Putri. Di mana terlihat terdapat 10,4 ribu pengikut.
