Untuk mendukung pencapaian tersebut, pemerintah akan menggenjot berbagai instrumen, termasuk percepatan belanja negara guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, kondisi eksternal Indonesia juga menunjukkan kinerja yang solid. Hal ini tercermin dari surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026, menjadi salah satu penopang utama stabilitas ekonomi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Hari Ini Sabtu 25 April 2026
Konsumsi Domestik dan Kebijakan Fiskal Jadi Penopang
Dari sisi dalam negeri, ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga berkat konsumsi rumah tangga yang stabil, tingkat inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang disiplin.
Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif rendah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar. Di sisi lain, kebijakan hilirisasi yang terus berjalan turut memperkuat struktur ekonomi nasional.
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis pergerakan rupiah akan tetap stabil dan mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia, meskipun tekanan global masih terus berlangsung.
