POSKOTA.CO.ID - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Fluktuasi pasar keuangan dunia membuat banyak pihak mencermati arah pergerakan mata uang domestik dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, rupiah justru menunjukkan kinerja yang cukup solid. Penguatan yang terjadi memberikan sinyal positif bahwa tekanan eksternal belum secara signifikan menggoyahkan stabilitas ekonomi nasional.
Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terjaga. Pemerintah pun menilai pergerakan rupiah saat ini tetap mencerminkan daya tahan ekonomi yang kuat.
Pada penutupan perdagangan sore hari ini, Jumat 24 April, rupiah tercatat menguat sebesar 0,52 persen ke level 17.205 per USD. Penguatan ini menjadi sinyal positif yang menunjukkan ketahanan rupiah di tengah dinamika global yang masih berfluktuasi.
Baca Juga: Investasi Modern 2026: Emas Digital Kini Bisa Dicetak dan Dikirim ke Rumah
Pemerintah: Penguatan Rupiah Bukan Sinyal Pelemahan Ekonomi
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan adanya penurunan kualitas fundamental ekonomi Indonesia. Ia menyebut posisi rupiah masih relatif lebih kuat dibandingkan sejumlah negara di kawasan.
“Saya sih ini bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand, dan lain-lain masih kuat,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat 24 April.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi nasional tetap berada di jalur yang stabil, bahkan diperkirakan akan semakin kuat ke depan seiring berbagai langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah.
“Tapi yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat, karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian,” lanjutnya.
Baca Juga: Kenapa Harga Emas Perhiasan Turun Lagi Hari Ini 25 April 2026? Dijual Rp2,4 Jutaan per Gram
Target Pertumbuhan Ekonomi Dorong Optimisme
Optimisme terhadap stabilitas rupiah juga diperkuat oleh target pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 mencapai 5,7 persen, dengan target tahunan sebesar 6 persen.
