Penguatan tersebut dilengkapi sesi talkshow yang membahas terkait cara Membangun Brand yang Relatable lewat Storytelling di Media Sosial. Sesi ini menekankan pentingnya branding dan storytelling dalam membangun kedekatan dengan konsumen.
Pada aspek fundamental usaha, Telkom juga memberikan fasilitasi 2.250 sertifikasi halal (reguler dan self declare) serta sertifikasi BPOM, disertai penguatan identitas produk melalui rebranding dan hibah kemasan dengan target produksi hingga 500.000 kemasan pada 2026.
Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan literasi digital, Kartini BISA Fest juga menghadirkan ruang ekspresi yang kreatif dan inklusif melalui sesi Woman in Act. Berbagai aktivitas dihadirkan, mulai dari lomba peragaan busana yang diikuti karyawan perempuan TelkomGroup sebagai upaya mempromosikan produk kriya UMKM, workshop keterampilan yang melibatkan 30 UMKM binaan, hingga bazaar kuliner yang diikuti 40 UMKM.
Seluruh rangkaian ini menjadi wadah bagi perempuan untuk menampilkan karya, mengasah kemampuan, sekaligus memperluas jejaring. Keterlibatan pelaku UMKM, termasuk perempuan penyandang disabilitas, menjadi refleksi nyata komitmen Telkom dalam membangun ekosistem yang setara serta membuka ruang bagi seluruh perempuan untuk tumbuh dan berdaya bersama.
Lebih dari sekadar perayaan, Kartini BISA Fest menjadi bukti bahwa teknologi, ketika dimanfaatkan secara tepat, dapat menjadi pelita yang menerangi jalan menuju keberdayaan. Dari penguatan kapasitas digital, peningkatan kualitas usaha, hingga penciptaan ruang digital yang aman, setiap langkah menjadi bagian dari upaya Telkom mendorong perempuan untuk terus melangkah lebih jauh. Pada akhirnya, semangat Berdaya dengan Teknologi bukan hanya menjadi pesan, tetapi gerakan bersama untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
