POSKOTA.CO.ID - Isu pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) menjadi sorotan publik setelah diangkat oleh peneliti kecerdasan buatan sekaligus kreator konten, Abil Sudarman.
Melalui unggahannya di media sosial, ia mengulas sejumlah anggaran yang dinilai tidak lazim.
Dalam analisisnya, Abil memanfaatkan teknologi AI untuk memetakan berbagai pengadaan instansi pemerintah sepanjang 2026. Dari hasil temuannya, Komdigi disebut sebagai salah satu lembaga dengan pengadaan paling tidak biasa.
“Pengadaan teraneh yang gue lihat tahun ini dimenangkan lagi oleh Komdigi. Kalau kemarin loker aneh, sekarang pengadaan teraneh,” kata Abil dikutip dari unggahannya di Instagram, Jumat 17 April 2026.
Sorotan Pengadaan Akuarium hingga Tanaman Hias
Salah satu pengadaan yang disoroti adalah biaya pemeliharaan akuarium di salah satu lantai kantor Komdigi yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. “Sini kita lihat. Pengadaan yang ditandai absurd di Komdigi. Coba kita lihat, pemeliharaan akuarium lantai 7, akuarium apa ini Rp135 juta,” ujarnya.
Abil juga berspekulasi bahwa lokasi tersebut merupakan area kerja pimpinan kementerian. “Area kerja pimpinan. Area kerja ibu kah?” imbuhnya.
Ia mempertanyakan besarnya anggaran yang dinilai tidak sebanding. “Jadi ikan apa yang hidup di akuarium ini? kenapa bisa sampai Rp150 juta ya biaya pemeliharaannya. Mahal sekali,” ucapnya.
Selain itu, ia turut menyoroti anggaran penyewaan tanaman hias yang nilainya mencapai Rp1,1 miliar. “Sewa tanaman hias di lantai 7. Ada apa sih di lantai 7 Komdigi ini? Rp1,1 miliar di ruang menteri dan ruang Pak Wamen. Rp1 miliar buat sewa tanaman hias, buat apaan itu?” ujar Abil.
Ia bahkan menyampaikan kritik bernuansa satire terkait temuan tersebut. “Gua rasa dia bikin garden by the bay, kayak di Singapura tuh. Itu tanaman apa? Dia nyembuhin kanker, tanamannya?” tuturnya.
“Di ruangan kerja sama di rumah dinas loh. Rp1 miiliar sewanya. Nyembuhin kankier, tapi nggak boleh dimakan ya. Kalau sewa ya. Nggak boleh ya,” sambung Abil.
