“Yang pakai 12 kg itu sebenarnya mampu, tapi bukan crazy rich juga. Banyak golongan tengah, dibilang miskin enggak, dibilang kaya juga enggak. Jadi ya kerasa banget naiknya,” ungkapnya.
Lydia berharap ada intervensi dari pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Paham sih mungkin lagi kondisi ekonomi global, tapi jangan sampai nyusahin rakyat juga. Harusnya ada intervensi,” ucapnya.
Kenaikan harga LPG 12 kg ini kembali menegaskan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah yang tidak tersentuh subsidi namun tetap harus berhadapan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok. (cr-4)
