Harga LPG 12 Kg Naik Rp228 Ribu, Warga Akui Pengeluaran Dapur Makin Berat

Selasa 21 Apr 2026, 16:55 WIB
Ilustrasi Gas 12 Kg. (Sumber: Dok. Kominfo Pertamina)

Ilustrasi Gas 12 Kg. (Sumber: Dok. Kominfo Pertamina)

“Kalau saya sih yang jarang masak, pakai 12 kg itu berasa awet sampai dua bulanan. Kalau enggak masak-masak, bisa sampai empat bulan, cuma buat angetin makanan, masak air, atau mie instan,” kata Farhan.

Namun demikian, Farhan tetap harus menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi. Ia mengaku mulai mengatur ulang prioritas belanja demi menyiasati kenaikan harga.

“Kalau saya sih tetap dialokasikan untuk gas, karena itu kebutuhan pokok di dapur. Strateginya paling kita kurangi biaya belanja, makan yang sehat-sehat saja, sebisa mungkin di kondisi ekonomi sekarang harus hemat,” ungkap dia.

Baca Juga: Jemaah Haji 2026 Berangkat Tepat Waktu, Jemaah Masuk Asrama 21 April hingga Puncak Arafah Mei

Ia juga mulai mempertimbangkan alternatif lain seperti penggunaan kompor listrik, meski masih dalam tahap perhitungan.

“Sekarang lagi mantau juga apakah pakai kompor listrik lebih hemat atau tidak, masih dipelajari sih,” ujar dia.

Hal serupa juga dirasakan Lydia 26 tahun, yang mengaku terkejut dengan lonjakan harga LPG 12 kg, terutama setelah berpindah tempat tinggal. Ia mengatakan bahwa sebelumnya menggunakan LPG 12 kg biru, namun sempat beralih ke tabung 3 kg karena jarang memasak.

“Jujur gua kaget banget sama 12 kg. Di komplek sekarang dipasangin yang merah itu, Bright Gas, dan itu udah mahal dari yang biru. Kemarin beli masih Rp200 ribuan, sekarang mau naik lagi,” ujar Lydia.

Baca Juga: Berapa Nominal Gaji Manager Kopdes Merah Putih? Segini Perkiraannya

Menurut Lydia, kondisi di lingkungannya tidak memberikan banyak pilihan karena LPG 3 kg sulit didapatkan. Hal ini membuatnya terpaksa tetap menggunakan LPG nonsubsidi meskipun harganya semakin tinggi.

“Mau banget sih balik ke 3 kg, tapi di sini, di Cikarang, susah dapetinnya. Jadi mau enggak mau tetap pakai yang mahal,” katanya.

Ia juga menyoroti posisi kelompok masyarakat menengah yang dinilai paling terdampak dalam situasi ini.


Berita Terkait


News Update