Rano menyebut cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jakarta telah mencapai 99,94 persen, dengan total 4,25 juta peserta didaftarkan langsung oleh pemerintah daerah.
Angka tersebut memperlihatkan hampir seluruh warga Jakarta telah terlindungi dalam sistem jaminan kesehatan nasional.
Indeks Layanan Kesehatan Jakarta Meningkat
Pemprov DKI Jakarta juga mencatat peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi, Ekonom Sebut Picu Inflasi hingga Tekan Daya Beli Masyarakat
Nilai Universal Health Coverage (UHC) Service Coverage Index tercatat berada di angka 80,07 persen, sementara Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan berhasil mencapai 100 persen atau masuk kategori tuntas.
Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Layanan Home Service untuk Lansia dan Warga Terbatas Mobilitas
Salah satu inovasi yang turut diperkuat adalah layanan kesehatan berbasis home service untuk warga dengan keterbatasan mobilitas, khususnya kelompok lansia.
Program ini dijalankan oleh 292 perawat koordinator Pasukan Putih yang bertugas di puskesmas pembantu, serta 584 petugas Pasukan Putih yang turun langsung memberikan layanan ke rumah-rumah warga.
Langkah ini dinilai membantu warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan secara langsung.
Empat Puskesmas Baru dan Rehab Lima Fasilitas Kesehatan
Untuk mendukung peningkatan layanan, Pemprov DKI juga membangun empat puskesmas baru di beberapa wilayah, yakni:
- Kecamatan Matraman
- Kelurahan Balekambang
- Kelurahan Glodok
- Kelurahan Gedong
Selain pembangunan baru, pemerintah juga melakukan rehabilitasi total lima puskesmas, meliputi:
- Puskesmas Senen
- Pustu Meruya Selatan
- Pustu Johar Baru II
- Pustu Pegangsaan
- Pustu Rorotan
Peningkatan sarana dan prasarana ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat Jakarta.
