HMT ITB Minta Maaf usai Lagu ‘Erika’ Viral, Liriknya Dinilai Lecehkan Perempuan dan Bermuatan Vulgar

Rabu 15 Apr 2026, 13:40 WIB
Lagu ‘Erika’ viral dan dianggap melecehkan perempuan. HMT ITB memberikan klarifikasi, meminta maaf, serta melakukan evaluasi untuk memastikan kegiatan sesuai norma. (Sumber: X/@iPoopBased)

Lagu ‘Erika’ viral dan dianggap melecehkan perempuan. HMT ITB memberikan klarifikasi, meminta maaf, serta melakukan evaluasi untuk memastikan kegiatan sesuai norma. (Sumber: X/@iPoopBased)

“Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” kata rilis tersebut.

Sebagai langkah konkret, pihak HMT ITB menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio lagu tersebut dari ruang publik, termasuk dari akun resmi maupun akun individu yang terafiliasi.

Evaluasi Internal dan Penertiban Konten

Selain penarikan konten, HMT ITB juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan konten hiburan.

“Melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat,” ujarnya.

Langkah ini diambil guna memastikan kegiatan organisasi tetap sejalan dengan norma sosial yang berlaku serta menjaga citra institusi pendidikan tinggi.

Baca Juga: Viral Video Lagu Erika ITB, Apa Maksudnya? Lagu Himpunan Mahasiswa Dituding Berisi Pelecehan Seksual

Viral di Tengah Sorotan Kasus Serupa

Kemunculan video tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu pelecehan seksual di lingkungan kampus. Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) juga menjadi sorotan.

Situasi ini membuat publik semakin sensitif terhadap konten yang berpotensi merendahkan martabat perempuan. Banyak pihak berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh organisasi mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menyajikan konten, terutama yang bersentuhan dengan isu sosial dan etika.

Kontroversi lagu ‘Erika’ menjadi pengingat bahwa perubahan norma sosial harus diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan kampus. Permohonan maaf dan langkah evaluasi dari HMT ITB diharapkan dapat menjadi awal perbaikan sekaligus mendorong terciptanya ruang akademik yang lebih sensitif dan beretika.


Berita Terkait


News Update