Axelsen mengakui, kondisi tubuhnya kini sudah tidak memungkinkan untuk terus bersaing di level elite dunia.
Dia menyadari bahwa memaksakan diri hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjangnya.
"Tetapi saya kini telah mencapai titik dimana tubuh saya tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan (bermain)," kata dia.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan pensiun diambil sebagai langkah realistis, bukan karena kehilangan motivasi, melainkan karena keterbatasan fisik yang tidak dapat dihindari.
Dalam pernyataannya, Axelsen juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya, terutama tim medis dan pelatih.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua dokter, spesialis, dan pelatih saya yang telah berusaha menemukan solusi," terang mantan pemain bulu tangkis nomor satu dunia itu.
Meski harus mengakhiri karier lebih cepat dari yang diharapkan, Axelsen menyebut, dirinya tidak menyesali perjalanan yang telah dilalui di dunia bulutangkis.
"Sejak hari pertama saya memegang raket, saya tahu mimpi saya adalah menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah menyerahkan semua yang saya miliki untuk olahraga ini dalam usaha mencapai tujuan itu setiap hari, setiap sesi, setiap pertandingan," ujarnya
Ia juga menegaskan, bulutangkis bukan sekadar profesi, melainkan bagian besar dari hidupnya.
"Bagi saya, ini bukan hanya sebuah karier. Ini adalah hidup saya, dan saya telah melakukan segala usaha. Menengok ke belakang, saya merasa bangga, tetapi lebih dari itu, saya merasa berterima kasih. Saya telah mencapai semua yang pernah saya impikan, dan lebih dari itu," jelas dia.
Profil Viktor Axelsen
Viktor Axelsen lahir di Odense, Denmark, pada 4 Januari 1994. Dengan tinggi badan mencapai 194 cm, ia menjadi salah satu pemain tertinggi di level elite bulu tangkis dunia.
