Akademisi Menilai Tuduhan Penistaan Agama Terhadap JK Mengada-ada

Rabu 15 Apr 2026, 09:36 WIB
Dosen Fakultas FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaidi. (Sumber: Istimewa)

Dosen Fakultas FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaidi. (Sumber: Istimewa)

Sekali lagi, fakta sejarah sudah mencatat itu dan tentunya tidak mudah mendamaikan kelompok-kelompok yang bertikai dengan menggunakan jargon agama.

Dirinya juga mengimbau agar semua pihak tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan sebelum adanya klarifikasi yang utuh dan proses hukum yang objektif. Karena penting bagi semua untuk menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta mengedepankan sikap saling menghormati.

Memed berharap, berharap agar persoalan ini tidak berkembang menjadi isu yang dapat memecah belah kerukunan antarumat beragama. Justru momentum ini harus dijadikan sebagai ruang untuk memperkuat dialog, mempererat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga: Jusuf Kalla dan Letjen Doni Monardo Apresiasi Peringatan 25 Tahun Pengabdian Akabri 95

"Kami percaya bahwa Jusuf Kalla akan memberikan penjelasan secara bijak, dan proses yang berjalan akan menghasilkan kejelasan yang adil bagi semua pihak. Maka, dengan segala kerendahan hati saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai jasa Bapak Bangsa ini dan mendudukkan apa yang menjadi ganjalan sesuai konteks ceramah beliau di Yogyakarta. Kalau kita memahami konteks dengan jernih, tidak perlu ada ganjalan, somasi dan permintaan maaf, " ujarnya.

Sebagai informasi, bahwa Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) soal 'mati syahid' yang disampaikan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berujung laporan polisi.

Pernyataan itu disampaikan Jusuf Kalla dalam ceramah bertajuk 'Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar'. Akibat pernyataannya itu, DPP Gerakan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan organisasi terkait lainnya melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada Minggu, 12 April 2026 lalu.


Berita Terkait


News Update