Predikat Terpadat Dunia, Warga Jakarta Rasakan Sumpek dan Padat Setiap Hari

Selasa 14 Apr 2026, 16:23 WIB
Kawasan padat penduduk di Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 14 April 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Kawasan padat penduduk di Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 14 April 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Satryo menilai perbaikan infrastruktur dan lingkungan menjadi hal yang mendesak agar kualitas hidup masyarakat bisa meningkat.

“Harapannya sih pemerintah lebih peduli, benerin infrastruktur terhadap pemukiman padat, terus lingkungan dibikin lebih tertata. Syukur-syukur ada solusi biar tempat tinggal nggak terlalu padat lagi, jadi lebih nyaman buat ditinggalin,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Dimas 30 tahun, warga lainnya yang merasakan dampak kepadatan tidak hanya di lingkungan tempat tinggal, tetapi juga dalam mobilitas sehari-hari. 

Baca Juga: Warga Cengkareng Jakbar Tangkap 2 Pelaku Curanmor, Diserahkan ke Polisi Setelah Babak Belur

Baginya, kepadatan penduduk berbanding lurus dengan meningkatnya kemacetan, terutama saat jam sibuk.

“Berasa banget sih, kayak kemacetan pas pagi mau berangkat kerja,” ucap Dimas.

Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penataan kawasan permukiman, tetapi juga memperbaiki sistem transportasi dan pemerataan pembangunan agar beban Jakarta tidak semakin berat.

“Harapannya ya ada solusi supaya nggak makin padat, baik dari transportasi maupun pemerataan pembangunan,” katanya.

Kondisi yang dirasakan warga ini menggambarkan sisi lain dari Jakarta sebagai kota megapolitan. Di satu sisi, kota ini menjadi pusat ekonomi dan daya tarik bagi banyak orang untuk datang dan mengadu nasib. 

Namun di sisi lain, kepadatan yang terus meningkat membawa konsekuensi terhadap kualitas hidup masyarakat, mulai dari lingkungan yang kurang sehat, keterbatasan ruang, hingga tekanan dalam mobilitas sehari-hari.

Predikat sebagai kota terpadat dunia pun akhirnya bukan hanya soal angka, melainkan cerminan dari tantangan besar yang harus dihadapi Jakarta dalam menata ruang hidup warganya agar tetap layak, sehat, dan manusiawi. (cr-4)


Berita Terkait


News Update