Sejauh ini, insiden kebakaran di fasilitas BYD di Shenzhen belum menunjukkan dampak langsung terhadap aktivitas ekspor kendaraan listrik, termasuk ke pasar Indonesia.
Hal ini karena lokasi kebakaran berada di gedung parkir khusus untuk kendaraan uji dan unit non-produksi, bukan di area lini perakitan utama. Dengan demikian, rantai produksi dan distribusi global perusahaan seharusnya masih berjalan normal.
Baca Juga: BYD Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Februari 2026, Honda Brio Turun Posisi
Persiapan Produksi Lokal di Indonesia Tetap Berjalan
Di sisi lain, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, sebelumnya memastikan bahwa proses pengembangan produksi lokal di Indonesia masih sesuai rencana.
“Di akhir tahun 2025 kami sudah mendapatkan sertifikasi yang penting dari pemerintah. Mulai dari kuartal pertama kami memulai tes dan penyelarasan produksi,” kata Eagle.
Ia menjelaskan, tahap pengujian dan penyelarasan tersebut dilakukan untuk memastikan standar produksi di Indonesia tetap selaras dengan standar global BYD.
“Tujuannya sangat sederhana, setiap model yang kami produksi harus sesuai dengan standar global,” ujarnya.
Baca Juga: Desain BYD Atto 3 Facelift Terdaftar di DJKI, Ini Bocoran Perubahannya
Belum Ada Jadwal Produksi Massal
Meski proses persiapan terus berjalan, pihak perusahaan belum mengumumkan secara rinci kapan produksi massal akan dimulai di Indonesia. Namun, Eagle menegaskan bahwa informasi tersebut akan disampaikan setelah seluruh tahapan persiapan rampung.
