BALI, POSKOTA.CO.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkolaborasi dengan Katadata Indonesia dalam program Data Unboxed @Campus bertajuk “Strengthening Indonesia’s AI Ecosystem: From Campus Innovation to National Impact” di Auditorium Universitas Udayana, Bali, Jumat, 10 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan diskusi bersama pelaku industri profesional yang interaktif dengan mahasiswa guna membuka wawasan pemanfaatan AI dalam penguatan talenta, pengembangan inovasi, serta percepatan ekosistem AI nasional secara kolaboratif antara kampus dan industri.
Forum ini turut menjadi bagian dari inisiatif Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui pendekatan end-to-end, mulai dari pengembangan talenta, riset, hingga implementasi solusi berbasis AI yang nyata dari hulu ke hilir bagi berbagai sektor. Inisiatif ini juga selaras dengan peran Telkom sebagai enabler transformasi digital Indonesia yang terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing bangsa dan berdampak pada peningkatan ekonomi digital.
Forum dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana yang menekankan pemanfaatan AI perlu didorong secara inklusif di seluruh bidang, tidak terbatas pada sektor teknologi, dengan tetap berakar pada kearifan lokal guna memperkuat identitas dan daya saing bangsa. Lebih lanjut disampaikan bahwa upaya tersebut memerlukan kolaborasi multipihak yang terintegrasi antara industri, pemerintah, dan akademisi untuk menghadirkan dampak nyata melalui penguatan riset dan co-creation yang berkelanjutan.
Baca Juga: Telkom-PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko menekankan, AI telah menjadi fondasi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital.
“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan enabler utama yang menentukan daya saing bangsa. Telkom memandang penguatan ekosistem AI harus dilakukan secara kolaboratif, dengan kampus sebagai pusat inovasi dan talenta, serta industri sebagai akselerator implementasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” kata Andri.
Menurutnya, talenta AI harus dipupuk untuk membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan dengan sinergi antara teknologi, infrastruktur, akses data dan kesiapan talenta menjadi kunci dalam menciptakan solusi berbasis AI yang relevan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan talenta digital yang adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan industri ke depan.
Sementara itu, EGM Digital Product Telkom, Komang Budi Aryasa menjelaskan bagaimana Telkom telah mengimplementasikan AI secara konkret melalui berbagai solusi digital, sekaligus memperkuat kapabilitasnya melalui Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang ditopang dengan lima pilar yang dijalankan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.
Baca Juga: Naik Kelas Lewat AI, Telkom Latih 260 Perempuan UMKM Jadi Kreator Digital di Momentum Hari Kartini
Pilar pertama, AI Campus, berperan sebagai “hulunisasi” dengan fokus pada riset, pembelajaran, dan pengembangan kompetensi AI di lingkungan akademik. Pilar lainnya berfungsi sebagai “hilirisasi”, yaitu AI Playground untuk uji coba cepat dan pengembangan prototipe, AI Connect untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara kampus, komunitas, pemerintah, dan industri, AI Hub yang berfungsi sebagai pusat berbagi use case dan solusi AI yang siap diimplementasikan, serta AI Native sebagai fondasi penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup.
“Telkom telah mengembangkan berbagai use case AI yang terintegrasi dengan platform data dan digital services, mulai dari analitik bisnis hingga pengambilan keputusan berbasis data. Melalui AI Center of Excellence, kami membangun kapabilitas end-to-end, dari data, model, hingga deployment agar AI tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar memberikan value nyata bagi industri dan masyarakat,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Selain mengikuti sesi keynote dan panel discussion, mahasiswa juga berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab interaktif, diskusi langsung dengan narasumber, serta eksplorasi studi kasus implementasi AI di dunia industri. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapatkan akses terhadap platform data Databoks dari Katadata untuk memperkuat literasi data dan kemampuan analitis, sekaligus didorong untuk memahami bagaimana data dan AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang profesi.
Sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap penguatan literasi data di lingkungan kampus, Telkom bersama Katadata turut menyalurkan bantuan berupa penyediaan satu unit perangkat desktop di perpustakaan Universitas Udayana yang dilengkapi dengan akses penuh ke Databoks Premium selama satu tahun, serta akses langganan bagi 100 mahasiswa selama satu bulan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung kegiatan riset, analisis data, pembelajaran berbasis data dan tentunya pengembangan kapabilitas AI di kalangan mahasiswa dan civitas akademika.
Melalui program ini, Telkom bersama Katadata juga mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif, di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep AI secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata terkait implementasi dan peluang karier di era digital. Ke depan, Telkom akan terus memperkuat perannya dalam mengembangkan ekosistem AI nasional melalui penguatan infrastruktur digital sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Telkom dalam menghadirkan inovasi digital yang memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa.
