POSKOTA.CO.ID - Nama Mia Khalifa tengah ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan dirinya menangis beredar luas.
Dalam video tersebut, Mia tampak emosional saat menanggapi situasi di negara asalnya, Lebanon.
Video itu menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @jakarta.keras, yang menyebutkan bahwa Mia angkat suara terkait serangan udara yang terjadi pada Kamis, 9 April 2026.
Serangan Israel ke Lebanon Picu Reaksi Emosional
Tangisan Mia Khalifa dipicu oleh serangan udara yang dilaporkan terjadi di Lebanon.
Baca Juga: Dewi Persik Geram Namanya Dicatut Akun Facebook Bercentang Biru, Siap Tempuh Jalur Hukum
Dalam pernyataannya, Mia mengungkapkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga menghantam wilayah sipil.
Ia menyebut sejumlah fasilitas umum seperti rumah warga, sekolah, hingga rumah sakit ikut terdampak.
Kondisi ini memicu reaksi emosional yang ia tuangkan melalui media sosial.
Profil Singkat Mia Khalifa

Mia Khalifa, yang juga dikenal dengan nama Mia Callista, merupakan seorang selebriti media sosial asal Amerika Serikat berdarah Lebanon. Ia lahir di Beirut pada 10 Februari 1993.
Sejak tahun 2000, Mia telah menetap di Amerika Serikat bersama keluarganya.
Namanya mulai dikenal luas setelah berkarier di industri film dewasa pada periode 2014–2015, yang kemudian melambungkan popularitasnya secara global.
Pendidikan dan Karier
Mia diketahui menempuh pendidikan tinggi di University of Texas at El Paso dan meraih gelar Bachelor of Arts dalam bidang Sejarah.
Baca Juga: Viral Video VCS Suami, Clara Shinta Minta Maaf dan Akui Tak Berpikir Jernih
Setelah meninggalkan industri hiburan dewasa, ia aktif sebagai figur publik dan influencer di media sosial.
Akun Instagram resminya, @miakhalifa, kini memiliki puluhan juta pengikut dari berbagai belahan dunia.
Jadi Sorotan Publik
Peristiwa yang menimpa Lebanon membuat nama Mia Khalifa kembali menjadi perhatian global.
Reaksinya yang emosional dinilai mencerminkan kepeduliannya terhadap kondisi kampung halaman, sekaligus mengundang simpati dari warganet.
Kasus ini juga menunjukkan bagaimana figur publik dapat memengaruhi perhatian dunia terhadap isu kemanusiaan melalui platform digital.
