Fakta Baru Insiden Empat Pekerja Proyek di Jagakarsa Tewas, Tidak Gunakan APD

Rabu 08 Apr 2026, 09:48 WIB
Olah TKP insiden empat pekerja proyek yang ditemukan tewas di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026. (Sumber: Dok. Polres Metro Jakarta Selatan)

Olah TKP insiden empat pekerja proyek yang ditemukan tewas di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026. (Sumber: Dok. Polres Metro Jakarta Selatan)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polres Metro Jakarta Pusat menemukan fakta baru terkait insiden empat pekerja proyek yang ditemukan tewas di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Dalam penyelidikan awal para korban diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, olah TKP pertama dari anggota piket yang menangani itu, pada saat kejadian di TKP para pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri atau APD,” ujar Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan AKP Indra Darmawan kepada awak media, Selasa, 7 April 2026.

Dalam proses penyelidikan, kata Indra, penyidik telah meminta keterangan dari dua orang saksi, yakni mandor proyek dan pengawas besi yang berada di lokasi saat kejadian. Penyidik juga berencana memanggil pemilik proyek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Jadi ada dua orang,” ucap Indra.

Baca Juga: Libur Panjang, 270 Ribu Warga Gunakan LRT Jabodebek untuk Akses Wisata

Lanjut Indra, rencannaya pemeriksaan terhadap pihak tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang. Pemeriksaan dilakukan termasuk untuk menelusuri dokumen perizinan pembangunan.

Hingga saat ini, pihaknya juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. 

Selanjutnya terkait dengan penyebab kematian, Indra menyebut pihaknya belum dapat memastikan jenis gas yang diduga menjadi pemicu insiden di dalam bak penampungan tempat para korban ditemukan. Sampel gas dan air dari lokasi telah diambil untuk diuji di laboratorium.

Baca Juga: Relokasi Warga Kampung Bilik Jakbar, Pengamat Tata Kota Berikan Sejumlah Catatan ke Pemprov DKI

“Untuk dari jenis dan gas apa yang disebarkan, kami belum bisa menjelaskan secara detail karena memang bukan keahlian kami. Mungkin nanti di doorstop atau press release selanjutnya akan dijelaskan terkait gas atau kandungan yang menyebabkan kematian,” beber Indra.

Pengujian sampel tersebut melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, serta Laboratorium Forensik Bareskrim Polri sejak awal pekan ini. Hasil pemeriksaan masih dalam proses.


Berita Terkait


News Update