Peradaban Kampung Bilik Jakbar Punah, Terganti Lahan Makam

Selasa 07 Apr 2026, 18:59 WIB
Lusi, salah satu warga Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat, yang berjuang agar rumah mereka tidak digusur untuk pembangunan makam baru, Selasa, 7 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Lusi, salah satu warga Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat, yang berjuang agar rumah mereka tidak digusur untuk pembangunan makam baru, Selasa, 7 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Seiring waktu, warga membangun bilik-bilik sederhana yang kemudian berkembang menjadi rumah tinggal permanen.

Mayoritas warga Kampung Bilik bekerja sebagai pengepul barang bekas, pedagang kecil, hingga pengemudi ojek online.

Sementara, Kokom, 46 tahun, menilai relokasi ke rumah susun dapat menjadi solusi selama lokasinya tidak terlalu jauh dari kawasan tempat mereka selama ini tinggal.

“Daripada terkatung-katung seperti sekarang, kami siap pindah. Tapi jangan jauh-jauh, kalau bisa tetap dekat dari sini,” ujarnya.

Menurut Kokom, Kampung Bilik memiliki sejarah panjang bagi warga yang telah tinggal di sana sejak puluhan tahun lalu.

Pada masa reformasi, banyak warga mulai menimbun lahan rawa dan membangun rumah sederhana secara gotong royong hingga terbentuk sebuah komunitas permukiman.

Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut berkembang dengan adanya rumah permanen, jalan lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat yang semakin kuat.

Dari sejarah itulah nama Kampung Bilik kemudian dikenal hingga saat ini.

Warga berharap proses relokasi dapat dilakukan secara transparan serta mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak penggusuran.


Berita Terkait


News Update