6 Program Prioritas Diusulan dalam Musrenbang Kota Jakarta Barat, Masalah Banjir dan Sampah jadi Utama

Kamis 02 Apr 2026, 17:45 WIB
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah saat Musrenbang, Kamis, 2 April 2026. (Sumber: Kominfo)

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah saat Musrenbang, Kamis, 2 April 2026. (Sumber: Kominfo)

KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak enam program prioritas diusulkan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Barat, Kamis, 2 April 2026.

Dari enam program prioritas itu, banjir masih menjadi masalah serius yang perlu dientaskan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat.

"Ada enam program prioritas kami telah sampaikan. Bahwa yang pertama penanggulangan banjir, di mana memang banjir di tahun 2026 ini juga Jakarta Barat masih memiliki PR dan juga menjadi permasalahan serius yang harus kami tangani bersama secara kolaborasi," kata Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah kepada wartawan, Kamis.

Untuk itu, terrkait permasalahan banjir, Iin menyampaikan, salah satu langkah yang akan dilakukan yaitu revitalisasi rumah pompa hingga pembangunan turap di beberapa titik.

Baca Juga: Sudin SDA Jakarta Barat Pasang Bronjong Tangani Tanggul Jebol di Anak Kali Angke Cengkareng

"Untuk itu program prioritas yang pertama kita lanjutkan penanggulangan banjir, di mana 2027 di antaranya adalah revitalisasi rumah pompa Carina Sayang, kemudian pembangunan turap kali di saluran PHB, dan pembangunan sodetan di 39 lokasi titik genangan," tutur Iin.

Selanjutnya program prioritas lain yaitu terkait permalahan penanganan sampah, di mana Kota Jakarta Barat masih memilii permasalahan terkait misalnya tempat pembuangan sampah.

"Jakarta Barat masih dihadapkan dengan tingginya timbulan sampah, yaitu sekitar 807.966 ton per tahun. Dan hari ini kita sudah tindaklanjuti atau kita tangani sebanyak 212.450 ton per tahun. Artinya ini ada sekitar baru 25 persen ya yang sudah kita lakukan dan dimanfaatkan kembali," ucap Iin.

"Targetnya ke depan kita akan melakukan sebuah program secara kolaborasi, 70 persen sampah bisa dikelola dari sumber. Jadi hanya 30 persen sampah saja sebagai residu yang diangkut," sambungnya.

Baca Juga: Kejari Jakarta Barat Setor Rp530 Miliar Uang Rampasan Kasus Judi Online ke Kas Negara

Iin menambahkan, terkait permasalahan sampah ini, pihaknya telah mengusulkan yakni peningkatan kinerja pada TPS 3R, hingga pengelolaan bank sampah.


Berita Terkait


News Update