Pengadaan 25 Ribu Motor Listrik MBG Viral, BGN Tegaskan Bukan 70 Ribu Unit

Selasa 07 Apr 2026, 19:16 WIB
Pengadaan 25 ribu motor listrik MBG viral, BGN tegaskan bukan 70 ribu unit. (Sumber: X/@AnKiiim_)

Pengadaan 25 ribu motor listrik MBG viral, BGN tegaskan bukan 70 ribu unit. (Sumber: X/@AnKiiim_)

POSKOTA.CO.ID - Pengadaan puluhan ribu motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Isu ini mencuat setelah beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam video tersebut, narasi yang berkembang menyebutkan bahwa jumlah kendaraan mencapai 70 ribu unit dan seluruhnya dialokasikan untuk wilayah Jawa Barat.

Informasi itu pun memicu berbagai spekulasi di tengah publik.

Baca Juga: Pemilik Travel Umrah Cahaya Berkah Bersama Siapa? Ini Otak yang Diduga Tipu Anisa Bahar dan Ratu Meta

Klaim Viral Sebut Jumlah Capai 70 Ribu Unit

Konten yang beredar menyatakan bahwa motor listrik tersebut diperuntukkan bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bahkan, pembuat konten mengklaim jumlahnya mencapai puluhan ribu unit hanya untuk satu provinsi.

Namun, informasi tersebut belum terverifikasi kebenarannya dan menimbulkan kebingungan di masyarakat terkait skala pengadaan sebenarnya.

Kepala BGN Beri Klarifikasi Resmi

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan resmi.

Baca Juga: Yogi Iskandar Siapa? Ini Sosok Preman di Purwakarta yang Aniaya Pemilik Hajatan hingga Tewas

Ia membenarkan adanya pengadaan motor listrik dalam jumlah besar, namun menegaskan bahwa angka yang beredar tidak sesuai fakta.

Menurutnya, jumlah motor listrik yang direncanakan dalam program MBG adalah sebanyak 25 ribu unit, bukan 70 ribu seperti yang viral di media sosial.

Digunakan untuk Operasional SPPG

Dadan menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari rencana anggaran tahun 2025.

Motor listrik ini nantinya akan digunakan untuk menunjang mobilitas dan operasional para kepala SPPG dalam menjalankan tugas pemenuhan gizi masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi layanan dalam program MBG di berbagai daerah.

Belum Didistribusikan, Masih Tahap Administrasi

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa motor listrik tersebut saat ini belum didistribusikan.

Seluruh unit masih dalam proses administrasi dan akan terlebih dahulu dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Setelah proses tersebut rampung, barulah kendaraan akan disalurkan sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Dengan klarifikasi ini, BGN berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan dapat memahami tujuan pengadaan motor listrik sebagai bagian dari upaya mendukung program peningkatan gizi nasional.


Berita Terkait


News Update