Menurutnya, jumlah motor listrik yang direncanakan dalam program MBG adalah sebanyak 25 ribu unit, bukan 70 ribu seperti yang viral di media sosial.
Digunakan untuk Operasional SPPG
Dadan menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari rencana anggaran tahun 2025.
Motor listrik ini nantinya akan digunakan untuk menunjang mobilitas dan operasional para kepala SPPG dalam menjalankan tugas pemenuhan gizi masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi layanan dalam program MBG di berbagai daerah.
Belum Didistribusikan, Masih Tahap Administrasi
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa motor listrik tersebut saat ini belum didistribusikan.
Seluruh unit masih dalam proses administrasi dan akan terlebih dahulu dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Setelah proses tersebut rampung, barulah kendaraan akan disalurkan sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
Dengan klarifikasi ini, BGN berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan dapat memahami tujuan pengadaan motor listrik sebagai bagian dari upaya mendukung program peningkatan gizi nasional.
