POSKOTA.CO.ID - Rumah produksi Rollink Action akhirnya angkat bicara terkait polemik billboard film horor terbaru mereka, Aku Harus Mati, yang menuai kritik publik. Pihak produser menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari materi promosi tersebut di ruang publik.
Head of Creative Strategic Promotion, Iwet Ramadhan, mengungkapkan bahwa seluruh materi billboard telah diturunkan lebih cepat dari jadwal semula.
“Materi billboard sudah diturunkan sejak 4 April,” ujarnya pada Selasa, 7 April 2026.
Ia menjelaskan, percepatan pencopotan dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang menilai isi iklan terlalu sensitif.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Layanan Publik Tetap Jadi Prioritas Meski ASN WFH Setiap Jumat
Respons Cepat Redam Keresahan Publik
Menurut Iwet, masa promosi seharusnya berakhir pada 5 April. Namun, pihaknya memilih mempercepat satu hari lebih awal guna meredam polemik yang berkembang.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak psikologis yang mungkin dirasakan masyarakat akibat visual maupun narasi dalam iklan tersebut.
Saat ini, tim promosi tengah melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Produser Siapkan Trigger Warning
Sebagai langkah perbaikan, Rollink Action berkomitmen untuk menyertakan trigger warning atau peringatan khusus pada setiap materi promosi film Aku Harus Mati ke depan.
Baca Juga: Tips Mudah Bikin Poster Keren Paskah 2026 Pakai AI, Ini Contoh Promptnya
Langkah ini bertujuan agar audiens memiliki kesiapan mental sebelum terpapar konten yang berpotensi memicu ketidaknyamanan.
Menanggapi kritik soal lambannya penanganan, Iwet menegaskan bahwa proses pencopotan billboard membutuhkan koordinasi teknis dengan berbagai pihak di lapangan.
Ia juga memastikan bahwa pernyataan resmi baru disampaikan setelah seluruh materi benar-benar telah diturunkan.
Pemerintah DKI Jakarta Turun Tangan
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut bergerak cepat dalam menertibkan reklame tersebut. Gubernur Pramono Anung menginstruksikan penurunan billboard yang dinilai meresahkan masyarakat.
Koordinasi dilakukan bersama Satpol PP dan KPI daerah guna memastikan ruang publik tetap nyaman dan aman secara psikologis.
“Konten seperti ini hanya bertujuan menarik perhatian, namun berdampak sensitif bagi masyarakat,” tegasnya.
Tetap Fokus pada Kualitas Film Horor
Meski diterpa kontroversi, pihak produser menegaskan bahwa film Aku Harus Mati merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan banyak tenaga kreatif.
Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Kemenhaj Peringatkan Modus Haji Ilegal
Produksi film ini juga disebut memberikan kontribusi ekonomi dengan melibatkan ekosistem seniman lokal, khususnya di wilayah Yogyakarta.
Iwet menekankan bahwa tujuan utama film tersebut adalah menghadirkan hiburan horor berkualitas dengan pengalaman jump scare yang intens bagi penonton.
