“Bicara nelayan, jadi ingat nelayan asal Indramayu, Jabar yang dielu-elukan publik Korsel karena aksi heroiknya menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan di Korsel,” uai mas Bro.
“Itu bentuk penghargaan publik karena aksi peduli sosial yang patut diteladani. Rela berkorban demi menyelamatkan nyawa orang lain. Itu mengharumkan, tak hanya bagi nelayan juga bangsa Indonesia,” kata Heri.
“Menjadi nelayan di Korsel hidupnya sepertinya tak sesulit di negeri sendiri,” kata Yudi.
“Maksudnya penghasilannya lebih besar?,” tanya Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Penyeimbang Kekuasaan
“Boleh jadi begitu. Informasi spesifik berapa gaji nelayan Indonesia seperti Sugianto, di sana kita tidak tahu. Tetapi pada nelayan pekerja migran di sektor perikanan di Korsel umumnya sudah di atas dua digit gaji per bulannya,” jelas mas Bro.
“Maksudnya sudah di atas sepuluh juta jika dikonversikan dengan rupiah.Bisa belasan, bisa pula di atas 20 jutaan,” urai Heri.
“Wah besar ya, setara gaji manajer sebuah BUMN,” kata Yudi.
“Ini bukan soal besar dan kecilnya,tapi bentuk penghargaan atas profesi nelayan,” jelas mas Bro.
“Lantas bagaimana dengan penghasilan nelayan kita?,” tanya Yudi.
“Masih memerlukan perbaikan. Tak hanya soal kesejahteraannya, juga alat kerjanya, infrastrukturnya dan perlindungan kerjanya yang penuh dengan risiko,” kata Heri mengakhiri obrolan warteg hari ini.
