Pada masa lalu, para imam akan memberkati telur dan membagikannya kepada jemaat setelah ibadah malam Paskah yang dilaksanakan pada Sabtu Suci.
Hingga kini, sejumlah denominasi Kristen masih mempertahankan tradisi tersebut.
Ibadah malam Paskah biasanya diisi dengan pembacaan Kitab Suci, penyalaan lilin, serta prosesi pembaptisan yang sakral.
Filosofi Mendalam di Balik Tradisi
Setiap elemen dalam telur Paskah memiliki makna teologis yang kuat.
Cangkang keras melambangkan makam tempat Yesus dimakamkan setelah penyaliban, sedangkan tindakan memecah telur menggambarkan kebangkitan-Nya dari kematian.
Meski kini sering dianggap sebagai bagian komersial dari perayaan, sejarah menunjukkan bahwa telur Paskah memiliki akar spiritual yang mendalam dan telah menjadi simbol penting dalam iman Kristen selama berabad-abad.
