Penerapan ijazah blockchain di Udinus tidak lepas dari kerja sama strategis dengan sejumlah lembaga global, seperti Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center, serta Sealbound UAE.
Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menyebut bahwa teknologi ini menjadi solusi atas meningkatnya risiko pemalsuan dokumen di era digital.
Menurutnya, ijazah tidak lagi sekadar lembaran kertas, melainkan dokumen digital yang aman, transparan, dan tidak dapat diubah.
Menuju Era Baru Pendidikan Digital
Hadirnya ijazah berbasis blockchain menjadi bukti bahwa dunia pendidikan Indonesia mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.
Baca Juga: Benarkah Harga Pertamax Bakal Tembus Rp17.850? Ini Kata Pemerintah dan Pertamina Imbau Waspada Hoaks
Selain meningkatkan keamanan, sistem ini juga memudahkan proses verifikasi oleh institusi atau perusahaan secara cepat dan efisien.
Langkah yang diambil Udinus bersama Pratama Arhan ini diprediksi akan menjadi awal dari transformasi besar dalam sistem administrasi pendidikan di Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi kampus lain untuk mengikuti inovasi serupa.
