Kereta Whoosh Sempat Berhenti Akibat Benda Asing, KCIC Pastikan Operasional Tetap Aman

Minggu 05 Apr 2026, 21:32 WIB
Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membenarkan kejadian kereta cepat Whoosh berhenti mendadak di wilayah Kopo, Bandung, Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 16.45 WIB. (Sumber: Dok. KCIC)

Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membenarkan kejadian kereta cepat Whoosh berhenti mendadak di wilayah Kopo, Bandung, Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 16.45 WIB. (Sumber: Dok. KCIC)

MAKASAR, POSKOTA.CO.ID - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membenarkan kejadian kereta cepat Whoosh berhenti mendadak di wilayah Kopo, Bandung, Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 16.45 WIB.

Bahkan kereta dengan nomor perjalanan G1046 relasi Tegalluar Summarecon-Halim sempat dihentikan sementara untuk memastikan keselamatan perjalanan.

“Sempat dihentikan di KM 126+383 sekitar wilayah Kopo pada Jumat, 3 April pukul 16.45 WIB untuk memastikan keselamatan perjalanan akibat adanya penanganan benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem,” ujar Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, dalam keterangan resminya, Minggu, 5 April 2026.

Eva menambahkan, sistem keamanan yang dimiliki Whoosh telah bekerja dengan baik dalam mendeteksi potensi gangguan di jalur sebelum membahayakan perjalanan kereta.

Baca Juga: Telur Paskah Adalah Simbol Kebangkitan Yesus, Ini Sejarah dan Maknanya

Sebelumnya, sistem sensor telah mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat diantisipasi dan tidak membahayakan perjalanan. 

"Penanganan selesai pada pukul 16.48 WIB dan pada pukul 16.49 WIB kereta kembali melanjutkan perjalanan. Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan,” kata Eva.

Eva juga menjelaskan bahwa pada hari yang sama, wilayah Kota Bandung dan sekitarnya dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan, termasuk pohon tumbang di beberapa ruas jalan.

Baca Juga: Pratama Arhan Jadi Lulusan Pertama dengan Ijazah Blockchain di Indonesia, Apa Keunggulannya?

“Kondisi cuaca ekstrem tersebut memungkinkan benda ringan seperti seng terbawa angin dan masuk ke jalur. Namun demikian, tidak terdapat gangguan pada prasarana perkeretaapian lainnya dan seluruh infrastruktur tetap dalam kondisi aman,” terang Eva.


Berita Terkait


News Update