Sejumlah siswa korban keracunan MBG saat menjalani perawatan di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2026. (Sumber: Dok. Pemprov Jakarta)

JAKARTA RAYA

Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit, BGN Stop Operasional Dapur SPPG dan Biaya Korban Ditanggung

Sabtu 04 Apr 2026, 22:04 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menonjol insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait. 

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik dalam keterangannya, Sabtu, 4 April 2026.

Baca Juga: Jenguk 72 Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit, Pramono: Diduga dari Makanan Spageti, Kondisi Mulai Recovery

Lebih lanjut, Nanik mengatakan, BGN juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut. 

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," ujar Nanik.

Nanik menyebut, insiden ini terjadi pada Jumat 3 April, setelah sebelumnya pada Kamis 2 April sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan. 

"Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi," kata Nanik. 

Baca Juga: Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Cikarang Utara, Brimob Polda Metro Jaya Tangkap Dua Remaja

Nanik mengungkapkan, total hingga saat ini di identifikasi sebanyak 60 orang terdampak. 

"Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik," ungkap Nanik. 

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. 

Menurutnya, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

Baca Juga: Hadiah Tawa di Senayan, FWP Ajak Anak Yatim Nikmati Hari Penuh Keceriaan

"BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG," ujarnya. (cr-4)

Tags:
BGNJakartaDuren SawitMBGkeracunan MBG

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor