JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah menyatakan dukungannya terhadap peran Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta dalam mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi penopang utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta.
Meski begitu, dia menilai kontribusi BUMD saat ini masih belum optimal dan membutuhkan langkah perbaikan yang lebih terukur dan berbasis hasil.
"Selama ini penilaian terhadap skema Public Service Obligation (PSO) cenderung hanya berfokus pada besarnya serapan anggaran, bukan pada dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat maupun peningkatan pendapatan daerah," kata sosok yang disapa Ryan, Selasa, 31 Maret 2026.
Menurutnya, PSO tidak boleh hanya dilihat dari seberapa besar anggaran yang diserap, tetapi harus diukur dari outcome, yaitu sejauh mana memberikan dampak positif sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan dividen BUMD.
Baca Juga: FPPJ Sebut Persija Jakarta Layak Juara Liga Musim Ini
Apalagi, sambung Ryan BUMD memiliki dua peran strategis yang harus berjalan seimbang, yakni sebagai agen pelayanan publik dan sebagai entitas bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Karenanya inovasi dan efisiensi menjadi kunci agar kedua fungsi tersebut dapat berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan," ujarnya.
Dalam evaluasinya, Ryan menilai terdapat sejumlah BUMD yang telah menunjukkan kinerja cukup baik dalam memaksimalkan PSO sekaligus tetap berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
Salah satunya adalah PT Bank DKI yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara fungsi layanan publik melalui pembiayaan UMKM dan kontribusi dividen yang relatif stabil ke kas daerah.
Baca Juga: FPPJ: Langkah Nyata Pram Buat Ruang Publik untuk Warga Jakarta
"PT PAM Jaya juga dinilai mulai menunjukkan peningkatan layanan cakupan air bersih yang berdampak langsung pada masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan dalam efisiensi operasional," tuturnya.
