FPPJ Dukung Optimalisasi Peran BUMD Jakarta, Evaluasi PSO Berbasis Dampak

Rabu 01 Apr 2026, 14:21 WIB
Ketua Umum FPPJ, Endriansah (kanan). (Sumber: Dok. Istimewa)

Ketua Umum FPPJ, Endriansah (kanan). (Sumber: Dok. Istimewa)

Sementara itu, sektor transportasi seperti PT Transportasi Jakarta dinilai memiliki dampak sosial yang besar melalui layanan angkutan massal berbasis subsidi.

Namun, lanjutnya lagi masih perlu strategi untuk meningkatkan aspek komersial agar tidak sepenuhnya bergantung pada PSO.

“TransJakarta memiliki dampak luar biasa dalam mengurangi kemacetan dan polusi, tetapi inovasi pendapatan non-tiket harus diperkuat,” ucapnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti beberapa BUMD yang dinilai belum maksimal dalam memanfaatkan PSO untuk menghasilkan dampak ganda, baik dari sisi pelayanan maupun kontribusi ke PAD.

BUMD di sektor pangan, seperti Perumda Pasar Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya dinilai masih perlu melakukan transformasi bisnis agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan mampu meningkatkan profitabilitas tanpa mengabaikan fungsi stabilisasi harga.

Baca Juga: FPPJ Kritik Rencana Tarif Baru LRT Jakarta Rp60 Ribu per Penumpang

"Tantangan utama BUMD saat ini adalah bagaimana mengubah paradigma dari sekadar 'pengelola subsidi' menjadi 'penghasil nilai tambah'. Karena itu kami mendukung dan mendorong BP BUMD DKI Jakarta untuk memperkuat sistem evaluasi kinerja berbasis Key Performance Indicators (KPI) yang mengedepankan outcome, seperti peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, serta kontribusi nyata terhadap PAD," katanya.

Untuk itu, Ryan berharap kedepan, perlu ada klasifikasi yang jelas antara BUMD yang berbasis pelayanan penuh dan BUMD yang berorientasi profit.

"Namun keduanya tetap harus memiliki indikator kinerja yang terukur dan transparan,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan, siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengawal transformasi BUMD. Ia berharap optimalisasi peran BUMD tidak hanya berdampak pada peningkatan dividen, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Jakarta secara berkelanjutan.

Baca Juga: FPPJ Dukung Kenaikan Tarif Transjakarta, Minta Layanan Ditingkatkan

"Dengan evaluasi yang lebih komprehensif dan berbasis dampak. Says optimistis BUMD DKI Jakarta dapat bertransformasi menjadi pilar utama dalam menopang APBD sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update