Benarkah Harga Pertamax Bakal Tembus Rp17.850? Ini Kata Pemerintah dan Pertamina Imbau Waspada Hoaks

Selasa 31 Mar 2026, 15:52 WIB
Ilustrasi. Isu kenaikan harga Pertamax hingga Rp17.850 per liter ramai dibahas. Pemerintah menegaskan BBM subsidi tetap aman dan masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi. (Sumber: Pinterest/Yandy Koresy)

Ilustrasi. Isu kenaikan harga Pertamax hingga Rp17.850 per liter ramai dibahas. Pemerintah menegaskan BBM subsidi tetap aman dan masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi. (Sumber: Pinterest/Yandy Koresy)

Laode menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar (Biosolar). "Yang penting untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan," jelasnya.

Dengan demikian, harga Pertalite dipastikan bertahan di angka Rp10.000 per liter dan Solar tetap di harga Rp6.800 per liter.

Pasokan BBM dan LPG Terjamin, Hindari Panic Buying

Selain memastikan stabilitas harga BBM subsidi, pemerintah juga menjamin ketersediaan energi nasional tetap dalam kondisi aman. Kementerian ESDM juga memberikan jaminan bahwa pasokan BBM dan LPG secara nasional dalam kondisi sangat memadai.

Laode mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat menyebabkan kelangkaan di lapangan. "Stok BBM maupun LPG sangat aman dan memadai, agar tidak panic buying," katanya.

Baca Juga: Isu Pertamax Bakal Naik Jadi Rp17.850 per Liter, Fakta atau Hoax?

Daftar Perkiraan Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026

Dalam informasi yang beredar, disebutkan harga jual BBM jenis Pertamax akan menjadi Rp17.850 per liter atau naik Rp5.550 per liter dari harga jual semula pada Maret 2026 yang senilai Rp12.300 per liter. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah dari Rp16.819 per USD1 menjadi Rp16.877 per USD1.

Selain itu, dalam informasi yang beredar, kenaikan harga Pertamax (RON 92) juga dipengaruhi oleh lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 sebesar 62,44 persen atau USD46,15 per barel, dari USD73,91 per barel menjadi USD120 per barel; atau naik 62,99 persen (sekitar Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.

Kenaikan harga jual juga diperkirakan akan terjadi untuk produk bensin lainnya, seperti Pertamax Green 95 (dari Rp12.900 per liter, naik menjadi Rp19.150 per liter), Pertamax Turbo (dari Rp13.100 per liter naik menjadi Rp19.450 per liter).

Selanjutnya, untuk BBM jenis solar, yakni Pertamina Dex juga diperkirakan akan mengalami kenaikan dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.950 per liter; serta Dexlite naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.650 per liter.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengupayakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak naik di tengah krisis energi.

Dengan rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang segera diumumkan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah.


Berita Terkait


News Update