Usai Lebaran Idulfitri Harga Cabai di Jakarta Turun, Rawit Merah Kini Sentuh Rp80 Ribu per Kilogram

Minggu 29 Mar 2026, 18:47 WIB
Sodiq penjual cabe di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 29 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad).)

Sodiq penjual cabe di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 29 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad).)

“Kalau sekarang distribusi aman, stok juga banyak,” katanya.

Dalam kondisi normal, ia mengaku mampu menyimpan stok cabai dalam jumlah besar untuk menjaga ketersediaan barang di pasar.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Naik Saat Ramadhan, Pemprov DKI Beberkan Alasannya

“Kalau stok bisa sampai 5 kuintal, kadang bahkan sampai 8 kuintal,” ungkapnya.

Omzet Pedagang Justru Menurun

Meski harga cabai saat ini cenderung turun, kondisi tersebut tidak serta-merta meningkatkan omzet pedagang. Sodiq mengaku penjualan justru mengalami penurunan dibandingkan saat Lebaran.

Hal ini diduga karena aktivitas masyarakat di Jakarta belum sepenuhnya kembali normal. Sebagian warga masih berada di kampung halaman setelah mudik Lebaran, sehingga permintaan cabai di pasar juga menurun.

“Omzet sekarang agak menurun. Mungkin karena masih liburan sekolah juga, banyak orang mudik belum balik,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat momen Lebaran permintaan cabai meningkat tajam sehingga turut mendongkrak pendapatan pedagang.

“Kalau Lebaran kemarin memang naik. Saya jual rawit merah bisa sampai Rp120 ribu per kilogram,” katanya.

Harga Cabai Diperkirakan Stabil

Dengan kondisi pasokan yang kembali normal dan distribusi yang lancar, Sodiq memperkirakan harga cabai di pasar tradisional Jakarta akan cenderung stabil dalam waktu dekat.

Ia berharap permintaan akan kembali meningkat setelah masyarakat kembali beraktivitas normal di ibu kota.

“Sekarang harga sudah mulai stabil lagi, tinggal nunggu orang-orang balik supaya permintaan naik,” pungkasnya. (cr-4). 


Berita Terkait


News Update