Harga Cabai Usai Lebaran Turun, Tapi Masih Lebih Tinggi dari Bulan Sebelumnya

Minggu 29 Mar 2026, 20:43 WIB
Ilustrasi harga cabai di Jakarta. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Ilustrasi harga cabai di Jakarta. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

"Komoditas hortikultura memiliki tingkat volatilitas harga yang tinggi karena sifatnya yang mudah rusak dan produksinya sangat dipengaruhi oleh alam," katanya. 

Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kelancaran distribusi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. 

Di antaranya adalah pengembangan pertanian perkotaan berbasis ruang dengan penanaman cabai rawit merah, serta optimalisasi peran Perumda Pasar Jaya dalam pengelolaan Pasar Induk Kramat Jati dan jaringan gerai pangan.

Baca Juga: Pemprov DKI Rencanakan Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII, Anggaran Capai Rp77,5 Miliar

"Sinergitas dengan Pemerintah Pusat yaitu Badan Pangan Nasional yang melaksanakan kegiatan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) di Pasar Induk Kramat Jati dan melakukan monitoring ketersediaan dan harga cabai rawit merah secara rutin sebagai salah satu bentuk sistem peringatan dini," ucap dia. 

Lebih lanjut, Hasudungan mengatakan, kerja sama antardaerah juga terus diperkuat melalui skema business to business (B to B) yang dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya dengan para petani di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Jawa Tengah dan Aceh.

"Kerjasama yang pernah dikerjasamakan adalah dengan petani di Provinsi Jawa Tengah dan Aceh," ungkap dia. 

Hasudungan berharap, dalam waktu dekat diharapkan tidak terjadi lonjakan harga seiring dengan penurunan curah hujan. 

"Namun jikalau terjadi kenaikan harga cabai rawit merah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengotimalkan langkah-langkah yang disebutkan diatas dan menyesuaikan langkah tersebut dengan penyebab kenaikan," ujarnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update