Pramono Prediksi 12 Ribu Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran 2026

Jumat 27 Mar 2026, 19:50 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Dok. Pemprov Jakarta)

Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Dok. Pemprov Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah pendatang baru ke ibu kota usai arus balik Lebaran 2026. 

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan jumlah pendatang yang datang bersama arus balik diperkirakan mencapai 10 ribu hingga 12 ribu orang.

"Jadi data yang ada sampai dengan hari ini, kami memprediksi memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu," ucap Pramono di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 27 Maret 2026.

Baca Juga: TransJakarta Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Pramono Soroti Capaian dan Tantangan di Usia ke-12

Menurut Pramono, angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring perkembangan data di lapangan. 

Prediksi ini didasarkan pada tren pergerakan masyarakat, termasuk pemesanan tiket perjalanan dan mobilitas warga yang kembali ke Jakarta bersama keluarga

"Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada. karena kenapa ini bisa disimpulkan seperti itu dari tren orang booking kendaraan ataupun juga yang ikut dengan keluarganya dan sebagainya," ujar Pramono. 

Namun demikian, Pramono menegaskan bahwa kesiapan individu menjadi hal utama sebelum memutuskan datang ke ibu kota.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Pasca Lebaran 2026, Dinas SDA Jakarta Perkuat Mitigasi

"Dan kami selalu meminta siapa pun yang akan datang ke Jakarta sekali lagi untuk mempersiapkan diri," ungkap Pramono. 

Pemprov DKI Jakarta, dikatakan dia, tidak menerapkan operasi yustisia terhadap pendatang baru. 

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat yang ingin mengadu nasib di Jakarta benar-benar mempersiapkan diri, baik dari segi keterampilan maupun kesiapan ekonomi.

Baca Juga: Viral Dugaan Buang Sampah ke Sungai, DLH DKI Tutup Permanen Emplasemen TPU Tanah Kusir

"Jakarta tidak ada operasi yustisia, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri," ungkap dia. (cr-4)


Berita Terkait


News Update