Polisi juga menghindari tekanan berlebih yang dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi kejiwaannya.
“Korban masih dalam penanganan dokter dan lebih banyak beristirahat. Kami khawatir jika terlalu banyak pertanyaan justru memperparah kondisi mentalnya,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban juga tengah menjalani perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hal ini terungkap setelah petugas menemukan buku kontrol pasien di dalam tas milik korban.
Baca Juga: Seorang Pria Tewas Lompat dari Lantai 3 PIM 2, Diduga Bunuh Diri
Peristiwa percobaan bunuh diri ini diketahui pada saat petugas mencurigai gerak-gerik korban yang berada di sekitar pagar Istana, sekitar pukul 23.35 WIB.
Ketika didekati, korban terlihat telah meletakkan tas dan melepas sepatu. Laporan kemudian diteruskan ke posko dan petugas pengamanan lainnya.
Tak lama kemudian, personel Brimob yang berjaga di kawasan tersebut langsung menuju lokasi, disusul Polsek Metro Gambir setelah menerima informasi serupa. Saat petugas tiba, korban telah diamankan sementara oleh Paspampres.
Tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) Polres Metro Jakarta Pusat turut diterjunkan untuk melakukan pendekatan.
Meski sempat menjauh saat hendak ditangani, korban akhirnya berhasil diamankan secara persuasif pada pukul 00.56 WIB dan dibawa ke posko pengamanan.
Selanjutnya, sekitar pukul 01.16 WIB, korban dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan yang tepat bagi korban, termasuk pendampingan psikologis.
