Lebih lanjut, armada bus dengan tipe low entry ini dirancang untuk memudahkan akses naik-turun penumpang, termasuk lansia serta penumpang dengan mobilitas terbatas.
Setiap unit bus memiliki kapasitas hingga 60 orang penumpang, sehingga dapat mengakomodasi tingginya kebutuhan transportasi masyarakat selama periode arus balik lebaran.
Baca Juga: Car Free Night Jakarta Berlaku Saat Malam Takbiran, Transjakarta Tetap Beroperasi
Terhubung dengan Moda Transportasi Lain

Selain menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno Hatta, rute SH2 juga melintasi Stasiun Kereta Bandara di Tangerang, Banten. Hal ini memberikan pilihan konektivitas transportasi bagi penumpang yang ingin berpindah moda perjalanan.
Integrasi ini dinilai membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan secara lebih efisien, terutama bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan atau biaya transportasi yang lebih tinggi.
Setelah menempuh perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta, sejumlah penumpang juga terlihat telah menyelesaikan perjalanan mereka dan tiba kembali di Terminal Blok M, Jakarta Selatan.
Kehadiran layanan Transjakarta SH2 Blok M–Bandara Soekarno Hatta menjadi solusi transportasi publik yang semakin diminati masyarakat, terutama pada momen mudik dan arus balik lebaran.
Dengan jadwal operasional yang jelas, fasilitas penunjang bagi penumpang, serta konektivitas dengan moda transportasi lain, rute ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan menuju bandara.
