Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat diatas memiliki makna bahwa tujuan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tetapi membentuk pribadi yang bertakwa.
2. Ciri Ramadhan Berbekas dalam Hidup
Jika Ramadhan meninggalkan jejak, maka setelah Ramadhan: sholat tetap terjaga, Al-Qur’an tetap dibaca, sedekah tetap berjalan, dan akhlak menjadi lebih baik.
Rasulullah Saw bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Contoh Nyata / kontribusi yang bermanfaat kepada masyarakat
Kita sering melihat dua keadaan setelah Ramadhan. Pertama, orang yang Ramadhannya berbekas. Selama Ramadhan ia rajin ke masjid. Dan setelah Ramadhan: semakin lebih baik shalatnya, semakin nyaman membaca Al-Qur’an, semakin baik akhlaknya.
Artinya ia meninggalkan jejak di bulan Ramadhan dalam hidupnya.
Kedua, orang yang Ramadhannya tanpa jejak (tak berbekas).
Selama Ramadhan rajin tarawih. Tetapi setelah Ramadhan: ia menjadikan shalat hanya sebagai pengingat waktu saja,
