POSKOTA.CO.ID - Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalani berbagai ibadah dengan lebih intens mulai dari puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah.
Namun, ada satu pertanyaan penting yang patut direnungkan apakah Ramadhan benar-benar meninggalkan perubahan dalam diri kita, atau justru berlalu begitu saja tanpa jejak?
Berikut ini adalah tausiah dari Ady Kurniawan Al Asyrofi tentang pentingnya hakikat Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Baca Juga: Lebaran 2026 Hari Jumat atau Sabtu? Ini Jadwal Pemerintah dan Muhammadiyah
Tujuan Puasa: Membentuk Pribadi yang Bertakwa
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Selama sebulan kita dilatih: menahan lapar dan dahaga; menahan amarah memperbanyak ibadah mendekatkan diri kepada Allah.
Namun pertanyaannya adalah:
Apakah Ramadhan akan meninggalkan jejak dalam hidup kita? Atau justru Ramadhan pergi begitu saja tanpa perubahan dalam diri kita.
Maka, mari kita telisik lagi dengan menyelami diri di bulan Ramadhan ini.
1. Tujuan Puasa adalah Menjadi Orang Bertakwa
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
