Gelombang terakhir peralihan musim terjadi pada Juni 2026, mencakup:
- Bogor
- Sukabumi bagian utara
- Cianjur bagian barat laut
- Bandung Raya
- Garut bagian tenggara
- Tasikmalaya bagian selatan
- Pangandaran bagian barat
Dengan demikian, hampir seluruh wilayah Jawa Barat diperkirakan telah memasuki musim kemarau pada pertengahan tahun 2026.
Mengapa Kemarau Tahun Ini Datang Lebih Awal?
BMKG menjelaskan bahwa perubahan pola musim dipengaruhi oleh dinamika iklim global. Salah satu faktor utamanya adalah berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026 yang kemudian beralih ke fase netral.
Selain itu, para ahli klimatologi juga memantau kemungkinan munculnya fenomena El Niño dengan kategori lemah hingga moderat pada pertengahan tahun 2026. Peluang terjadinya fenomena ini diperkirakan mencapai 50–60 persen.
Fenomena El Niño umumnya berkaitan dengan kondisi atmosfer yang lebih kering di wilayah Indonesia, sehingga dapat memperkuat intensitas musim kemarau.
Puncak Musim Kemarau dan Potensi Dampaknya
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Jawa Barat akan terjadi sekitar Agustus 2026. Durasi kemarau diprediksi berlangsung antara 13 hingga 15 dasarian atau sekitar empat hingga lima bulan, yang tergolong lebih panjang dari kondisi normal.
Kondisi ini berpotensi memicu sejumlah dampak yang perlu diantisipasi, antara lain:
- Kekeringan meteorologis
- Penurunan ketersediaan air bersih
- Gangguan irigasi pertanian
- Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mulai melakukan langkah mitigasi, terutama terkait pengelolaan sumber daya air dan antisipasi kebakaran lahan.
Baca Juga: 8 Link CCTV Tol Mudik Lebaran 2026: Pantau Kondisi Lalu Lintas dan Rest Area Secara Langsung
Antisipasi yang Bisa Dilakukan Masyarakat
Menghadapi musim kemarau yang lebih panjang, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya, seperti:
- Menghemat penggunaan air bersih
- Menjaga sumber mata air dan daerah resapan
- Mengatur jadwal tanam bagi petani
- Mewaspadai potensi kebakaran lahan di daerah rawan
Dengan persiapan yang tepat, dampak musim kemarau dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.
