Obrolan Warteg: Anak, Cucu, hingga Cicit Perusahaan

Senin 16 Mar 2026, 07:10 WIB
Obrolan warteg hari ini, Senin, 16 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg hari ini, Senin, 16 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto terkejut satu BUMN memiliki anak, cucu, hingga cicit perusahaan hingga ratusan saat acara peringatan HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan lalu.

“BUMN mana tuh, boleh bocorannya dong,” kata Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.

“Enggak usah disebut sudah ramai diberitakan kok,” ucap Yudi.

“Rata-rata BUMN punya anak perusahaan, tujuannya sebagai pegembangan usaha dari hulur hingga hilir terkait pengamanan dan penyelamatan bisnis BUMN itu sendiri,” urai mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Terasa Aneh, Tapi Nyata Adanya

“Kalau jumlahnya sampai ratusan, apakah tidak berlebihan? Berapa jumlah karyawannya? Cukup beralasan jika disebut tidak hanya punya anak perusahaan, tetapi punya cucu dan cicit perusahaan,” tutur Heri.

“Banyak perusahaan berarti usahanya maju dan berkembang dong. Kan mengelola perusahaan tidaklah gampang, kalau rugi gimana mau gaji karyawan. Apakah diambilkan dari perusahaan induknya. Subsidi ada batas waktunya, kalau terus-terusan perusahaan induk bisa jebol,” timpal Yudi.

“Repotnya lagi, jika cicit perusahaan terus disubsidi, yang rugi kakek neneknya sebagai induk perusahaan milik negara. Kalau dana subsidi dari sebagian keuntungan, masih bisa ditolerir. Kalau induknya sendiri sudah rugi, bagaimana? Berarti kerugian kian besar, ingat BUMN itu milik negara,” ungkap Heri.

“Kalau BUMN rugi, negara rugi, rakyat juga ikut rugi,” papar Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Masjid Tempat Singgah Para Pemudik

“Satu lagi yang dianggap aneh oleh Presiden ada peraturan yang menyebutkan BUMN sebagai perusahaan induk boleh diaudit negara, sedangkan cucu perusahaan tidak boleh diaudit,” jelas mas Bro.

“Partanyaannya anak, cucu dan cicit perusahaan itu dimodali oleh siapa? Oleh induknya atau modal perusahaan dari luar BUMN,” terang Yudi.

“Soal itu, menjadi kewenangan pemerintah, kementerian terkait dengan BUMN dimaksud,” sebut Heri.

“Banyaknya BUMN hingga ribuan mungkin karena lahirnya cucu dan cicit perusahaan baru kali ya,” tanya Yudi.

"Enggak tahulah. Yang jelas beberapa tahun lalu ada wacana lebih merampingkan lagi jumlah BUMN yang hingga ribuan. Idealnya cukup 30 BUMN,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Bukan Perbanyak Pahala, Malah Tambah Dosa

“Kecil tapi efektif, BUMN semakin maju dan berkembang untuk memajukan negara dan menyejahterakan rakyat Indonesia,” tutur mas Bro.

“Ibarat keluarga kecil bahagia sejahtera, ketimbang keluarga besar tapi banyak yang menderita,” kata Heri mengakhiri obrolan warteg.


Berita Terkait


undefined
Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Puasa Politik

Rabu 25 Feb 2026, 05:00 WIB

News Update