Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan? Ini Penjelasan Ulama dan Hikmahnya

Senin 16 Mar 2026, 12:30 WIB
Ilustrasi. Mengapa malam Lailatul Qadar dirahasiakan? Para ulama menjelaskan hikmah besar di balik kerahasiaan malam tersebut. (Sumber: Pexels/Ayna)

Ilustrasi. Mengapa malam Lailatul Qadar dirahasiakan? Para ulama menjelaskan hikmah besar di balik kerahasiaan malam tersebut. (Sumber: Pexels/Ayna)

POSKOTA.CO.ID - Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan berbagai keistimewaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT pada bulan penuh berkah ini adalah hadirnya malam Lailatul Qadar, malam yang memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam.

Dalam Alquran dijelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar dan melampaui ibadah yang dilakukan pada waktu-waktu lain.

Namun menariknya, Allah SWT tidak pernah menjelaskan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Tidak ada tanggal tertentu yang ditetapkan secara tegas mengenai waktu datangnya malam istimewa tersebut.

Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Ini Waktu yang Dianjurkan Membayar Zakat Fitrah Sebelum Lebaran 2026

Hal ini tercermin dalam hadis yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha: Ketika Rasulullah SAW memasuki sepuluh terakhir Ramadhan, maka beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan qiyamullail) dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan ikatan kainnya (menjauhi isterinya untuk lebih konsentrasi beribadah).” (HR Bukhari dan Muslim)

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Pertanyaan yang sering muncul di kalangan umat Islam adalah mengapa Allah SWT tidak memberitahukan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi, padahal keutamaannya begitu besar.

Para ulama menjelaskan bahwa di balik kerahasiaan tersebut terdapat hikmah yang sangat mendalam.

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi (wafat 620 H) menjelaskan bahwa Allah menyembunyikan waktu Lailatul Qadar agar para hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam beribadah dan berdoa untuk mencarinya. Hal ini juga diibaratkan seperti disembunyikannya waktu mustajab pada hari Jumat.

وَقِيلَ: أَخْفَى اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ السَّاعَةَ لِيَجْتَهِدَ عِبَادُهُ فِي دُعَائِهِ فِي جَمِيعِ الْيَوْمِ طَلَبًا لَهَا، كَمَا أَخْفَى لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ

“Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Allah Ta’ala menyembunyikan (waktu mustajab di hari Jumat) agar para hamba-Nya bersungguh-sungguh berdoa sepanjang hari untuk mencarinya, sebagaimana Allah menyembunyikan malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan.” (Al-Mughni [Kairo: Maktabah al-Qahirah], vol. 2, h. 263)

Baca Juga: Bolehkah Zakat Diberikan kepada Saudara Sendiri? Ini Penjelasan Buya Yahya

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Syekh Ibn Hajar al-Asqalani (wafat 852 H). Menurutnya, kerahasiaan waktu Lailatul Qadar bertujuan agar manusia terus berusaha mencarinya dengan memperbanyak ibadah.

Jika malam tersebut diketahui secara pasti, maka dikhawatirkan sebagian orang hanya akan beribadah pada malam itu saja.

قَالَ الْعُلَمَاءُ: الْحِكْمَةُ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ لِيَحْصُلَ الِاجْتِهَادُ فِي الْتِمَاسِهَا، بِخِلَافِ مَا لَوْ عُيِّنَتْ لَهَا لَيْلَةٌ لَاقْتُصِرَ عَلَيْهَا كَمَا تَقَدَّمَ نَحْوُهُ فِي سَاعَةِ الْجُمُعَةِ

“Para ulama berkata: hikmah disembunyikannya malam Lailatul Qadar adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Berbeda halnya jika malam tersebut ditentukan secara pasti, maka orang-orang akan mencukupkan diri hanya pada malam itu saja, sebagaimana telah disebutkan hal yang serupa mengenai waktu mustajab pada hari Jumat.” (Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari [Mesir: al-Maktabah as-Salafiyah], vol. 4, h. 266)

Baca Juga: 5 Keutamaan Bayar Zakat Fitrah yang Harus Diketahui Umat Islam Saat Bulan Ramadhan

Pada akhirnya, para ulama menegaskan bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar bukanlah tanpa tujuan. Di baliknya terdapat hikmah yang sangat dalam agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.

Sebaliknya, umat Islam didorong untuk bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan berbagai bentuk ibadah, mulai dari shalat malam, membaca Alquran, berzikir, hingga memperbanyak doa.

Kerahasiaan ini juga menjadi pelajaran spiritual bagi setiap mukmin agar selalu menjaga kesungguhan dalam beribadah serta tidak merasa cukup dengan amal yang sedikit.

Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW, setiap malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki peluang besar menjadi malam penuh keberkahan bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencarinya. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.


Berita Terkait


News Update