Keluhan serupa juga disampaikan Fendy, pedagang bahan kain di pasar yang sama. Ia mengatakan tren penurunan penjualan sudah mulai terasa sejak Lebaran tahun lalu.
“Dari Lebaran tahun lalu penjualan sudah mulai menurun. Pokoknya setelah Covid-19 itu turunnya drastis,” ungkapnya.
Fendy termasuk pedagang yang berhasil bertahan selama masa pandemi Covid-19. Ia masih bisa mempertahankan usahanya, karena memiliki sejumlah pelanggan setia berbelanja bahan kain di tokonya.
“Karena masih ada pelanggan, jadi masih jualan. Kalau sudah enggak ada, mungkin tutup toko dan jualan dari rumah saja,” ujarnya.
Bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang, momen Lebaran biasanya menjadi waktu paling dinanti untuk meraup keuntungan besar.
Baca Juga: Jakarta Hijab Fest 2026 Digelar di Tanah Abang, Pramono Anung Dorong Kebangkitan UMKM Fesyen Muslim
Namun, perubahan pola belanja masyarakat serta tekanan ekonomi membuat tradisi keramaian itu perlahan berubah, menyisakan harapan agar roda perdagangan tetap berputar.
