Baca Juga: Spesifikasi Oppo A6s Apa Saja dan Berapa Harganya? Ini Detail Lengkap HP yang Baru Rilis Maret 2026
Ia memperkirakan penurunan omzet bisa mencapai sekitar 35 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Bisa turun sekitar 35 persen,” kata Murodi.
Pelanggan toko plastik miliknya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pedagang makanan, pemilik kafe, pedagang kaki lima, hingga ibu rumah tangga.
Menurut Murodi, plastik masih menjadi kebutuhan harian yang sulit tergantikan dalam berbagai aktivitas jual beli.
Baca Juga: Aldis Burger Cempaka Putih Viral, Milik Siapa? Ini Pilihan Menu dan Harganya
“Hampir semua orang butuh plastik. Ibu rumah tangga, warung, restoran, semuanya pakai plastik,” katanya.
Ia bahkan menilai hampir tidak ada aktivitas perdagangan yang sepenuhnya bisa terlepas dari penggunaan plastik sebagai kemasan.
“Misalnya gula, tidak mungkin dijual tanpa plastik. Mau dibungkus pakai apa? Daun juga tidak selalu bisa. Plastik masih sulit dihindari,” ujarnya.
Murodi sendiri telah menekuni usaha jual beli plastik selama puluhan tahun. Ia mengaku sudah hampir setengah abad menjalankan bisnis tersebut di pasar.
“Sudah lama sekali, hampir 50 tahun saya berdagang plastik,” katanya.
Menjelang Lebaran, Murodi mengkhawatirkan harga plastik masih berpotensi mengalami kenaikan.
