Pemudik Diminta Waspada, Sejumlah Jalur Arteri Rawan Macet dan Kecelakaan

Minggu 15 Mar 2026, 17:45 WIB
Ilustri mudik Lebaran 2026.(Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustri mudik Lebaran 2026.(Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

“Karena jarak tempuh yang cukup jauh, cuaca juga terkadang hujan, supaya berhati-hati betul. Kalau misalnya masih memungkinkan, gunakan program mudik gratis saja,” beber Komarudin.

Sementara itu, di wilayah Jawa Barat, Polres Karawang juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di jalur arteri Pantura yang menjadi penghubung utama pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah.

Disebutnya, jalur arteri sepanjang sekitar 41 kilometer, mulai dari Tanjungpura hingga Gamon, Jatisari, diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim mudik.

Baca Juga: 3 Aplikasi Maps Online Gratis dan Akurat untuk Pantau Macet Mudik Lebaran 2026

“Pastinya kita sudah memetakan rawan kecelakaan dan macet di jalur arteri, kita juga tentu menyiapkankan langkah-langkah jika terjadi penumpukan di jalur arteri tersebut," ucap Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah.

Lanjut Fiki, beberapa titik rawan di antaranya Cipendeuy, Terminal Klari, Pasar Kosambi yang memiliki perlintasan kereta api, persimpangan Dawuan pada akses Tol Cikampek, hingga simpang Jomin yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari arah Cikopo menuju Subang.

Kemudian juga wilayah Cikalong yang menjadi lokasi bertemunya kendaraan dari jalur alternatif sepeda motor yang kembali masuk ke jalur utama Pantura.

“Setiap arus mudik pasti padat, itu karena arus dari jalur alternatif untuk sepeda motor masuk ke jalur utama arteri Pantura Karawang,” kata Fiki.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Mazda Bagikan Tips Persiapan Mobil untuk Perjalanan Jauh

Selanjutnya, pemudik yang melintasi jalur arteri di wilayah Tangerang menuju Pelabuhan Merak diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Hak itu karena masih terdapat sejumlah ruas jalan rusak yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat, di antaranya dari mulai Kecamatan Cikupa, Cibadak, Balaraja, Gembong, sampai ke Jayanti.

"Sebagian jalur arteri Serang -Tangerang masih mengalami kerusakan, termasuk jalan berlubang yang dapat memicu kecelakaan jika tidak diantisipasi oleh pengendara," ungkap Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Lalu Lintas (Turjawali) Satlantas Polresta Tangerang Iptu Asep Dedi Budiman.


Berita Terkait


News Update