POSKOTA.CO.ID - Komunitas Rakyat Arus Depan (Komrad) Pancasila mendesak pemerintah mengusut kasus penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Hal itu diutarakan Koordinator Komrad Pancasila, Antoni Yudha dalam konferensi pers konsolidasi akbar menjaga persatuan nasional.
"Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku dan aktor di balik peristiwa tersebut," kata Antoni kepada wartawan, Minggu, 15 Maret 2026.
Di sisi lain, Antoni meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan nasional ditengah ancaman konflik global.
Baca Juga: Jenguk Aktivis KontraS Andrie Yunus di RSCM, Anies Beri Surat Dukungan
Salah satu yang ia perhatikan yaitu berkaitan dengan upaya menjatuhkan keberhasilan pemerintah terkait program yang berjalan.
"Ada upaya sistematis untuk menjatuhkan marwah dan keberhasilan pemerintah melalui medsos dan serta akun-akun provokatif dengan mengangkat isu BOP dan MBG demi kepentingan tertentu," katanya.
Sementara, koordinator Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN) menyampaikan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dinilai memperkuat posisi negara ini sebagai aktor penting dalam perdamaian internasional.
Melalui partisipasi aktif ini, Indonesia tidak hanya mendukung perdamaian di Palestina, tetapi juga menyuarakan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan dalam penyelesaian konflik.
"Indonesia terus berupaya menunjukkan peranannya sebagai negara yang aktif dalam isu global yang mempengaruhi kesejahteraan umat manusia. Dalam masuknya Indonesia ke BOP menjadi salah satu komunikasi diplomasi dengan negara-negara Internasional , hubungan bilateral antar negara yang masuk dalam BOP memudahkan Indonesia untuk menjalin kerjasama apapun dengan negara lain," kata Riswan.
Menurut Riswan, Kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan diplomasi damai dan penyelesaian konflik melalui dialog serta kerja sama multilateral semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Direktur Indonesia Millennials Center (IMC) Yerikho Manurung menyerukan Konsolidasi Akbar Persatuan Nasional dengan mengajak seluruh elemen bangsa, untuk memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika dan tantangan bangsa saat ini.
IMC menegaskan, persatuan nasional harus dijaga oleh kekuatan masyarakat sipil melalui dialog, solidaritas, dan semangat kebangsaan yang menolak segala bentuk provokasi serta upaya memecah belah bangsa.
"Persatuan Nasional adalah tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia," tutur dia.
