JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, kepercayaan terhadap teknologi kendaraan listrik juga terus menguat.
Data wholesales dari GAIKINDO mencatat populasi kendaraan listrik di Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 43 ribu unit. Angka tersebut melonjak tajam pada 2025 menjadi sekitar 104 ribu unit, atau meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam waktu satu tahun.
Pertumbuhan ini turut memperbesar kontribusi kendaraan listrik terhadap pasar otomotif nasional. Pada 2026, pangsa pasar EV diperkirakan telah menyentuh sekitar 15 persen, menandakan kendaraan listrik mulai menjadi bagian penting dalam lanskap industri otomotif di Indonesia.
Secara kumulatif, total penjualan kendaraan listrik di Tanah Air kini telah mencapai sekitar 175 ribu unit.
Baca Juga: IIMS 2026 Raup Rp9,5 Triliun, Industri Otomotif Dinilai Masih Bergairah
BYD Catat Penjualan Puluhan Ribu Unit

Di tengah pertumbuhan tersebut, BYD menjadi salah satu produsen yang mencatat kontribusi cukup besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Sejak 2024, perusahaan ini dilaporkan telah menjual hampir 80 ribu unit EV yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa perubahan cara pandang masyarakat terhadap kendaraan listrik kini semakin terlihat, termasuk dalam penggunaan EV untuk perjalanan jarak jauh.
“Perjalanan mudik merupakan salah satu momen mobilitas terbesar bagi masyarakat Indonesia, dan kami melihat perubahan yang sangat menarik dalam cara masyarakat memandang kendaraan listrik. Hari ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang mulai percaya diri melakukan perjalanan lintas kota dengan EV, bahkan untuk momen penting seperti mudik,” kata Luther.
Ia menambahkan bahwa kendaraan listrik kini tidak lagi sekadar digunakan untuk mobilitas harian, tetapi mulai dipercaya untuk perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: Yadea Perkuat Jaringan Dealer, Siap Luncurkan Motor Listrik Baru April 2026
Penggunaan EV untuk Mudik Terus Meningkat
Perubahan pola penggunaan kendaraan listrik juga terlihat saat periode mudik Lebaran. Pada mudik 2024, tercatat sekitar 4.300 kendaraan listrik digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Setahun kemudian, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 13.600 unit pada mudik 2025. Kenaikan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik untuk mendukung perjalanan lintas kota bersama keluarga.
Selain faktor teknologi kendaraan, meningkatnya jaringan pengisian daya dan layanan pendukung juga menjadi salah satu faktor yang mendorong penggunaan EV untuk perjalanan jarak jauh.
Efisiensi Biaya Jadi Salah Satu Pertimbangan

Penggunaan kendaraan listrik dinilai memiliki potensi efisiensi biaya yang cukup kompetitif dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Berdasarkan perhitungan internal untuk perjalanan Jakarta–Surabaya dengan jarak sekitar 800 kilometer, penggunaan EV disebut dapat memberikan potensi penghematan biaya lebih dari 40 persen dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine / ICE) dengan konsumsi bahan bakar rata-rata di kelasnya.
Efisiensi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif untuk perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Mazda Bagikan Tips Persiapan Mobil untuk Perjalanan Jauh
BYD Siapkan Layanan Khusus Mudik EV
Untuk mendukung perjalanan pengguna kendaraan listrik saat mudik, BYD menghadirkan program layanan bertajuk Journey with Confidence. Program ini mencakup berbagai dukungan layanan, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan, dukungan teknis selama periode mudik, hingga pemeriksaan kendaraan setelah perjalanan selesai.
“Kami melihat semakin banyak pengguna yang kini menjadikan EV sebagai pilihan cerdas untuk perjalanan mudik lintas kota. Namun, di balik keputusan tersebut, kesiapan ekosistem tetap menjadi faktor penting untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi para pengguna,” ujar Luther.
Layanan General Safety Check untuk Pengguna EV
Sebagai bagian dari program tersebut, BYD menyediakan layanan General Safety Check yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengguna kendaraan BYD di Indonesia. Pemeriksaan ini meliputi beberapa aspek penting kendaraan, antara lain:
- Vehicle health status check
- Pemeriksaan kekencangan baut kendaraan
- Pengecekan level cairan kendaraan
- Pemeriksaan fitur keselamatan
Program ini tersedia di seluruh jaringan dealer resmi BYD selama periode 20 Februari hingga 20 April 2026.
Posko Mudik dan Dealer Siaga
Selain pemeriksaan kendaraan, BYD juga menyiapkan Posko Mudik di sejumlah titik strategis sepanjang jalur Tol Trans Jawa. Posko ini menyediakan berbagai layanan seperti pemeriksaan kendaraan ringan, konsultasi teknis, serta informasi mengenai jaringan pengisian daya kendaraan listrik di sepanjang jalur perjalanan.
Untuk arus mudik, posko beroperasi pada 13-20 Maret 2026, sementara untuk arus balik berlangsung pada 21-25 Maret 2026. Di samping itu, perusahaan juga menyiapkan 21 dealer siaga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan tetap beroperasi selama periode libur Lebaran pada 19-23 Maret 2026.
Head of After Sales PT BYD Motor Indonesia, Ubaedilah, mengatakan jaringan layanan ini diharapkan dapat membantu pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
“Melalui program Journey with Confidence, After Sales BYD menyiapkan berbagai dukungan layanan untuk memastikan pengguna kendaraan BYD tetap mendapatkan pendampingan selama periode mudik Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran posko mudik dan dealer siaga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengguna EV yang melakukan perjalanan jarak jauh selama musim mudik.
