JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang pemudik bernama Lina memilih pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah, lebih awal sebelum lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia berangkat setelah mendapatkan kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) serta cuti dari tempat kerjanya di Jakarta pada H-7 hari raya.
Menurutnya, keputusan pulang lebih awal diambil agar bisa memiliki waktu lebih lama bersama keluarga di kampung halaman. Ia juga memanfaatkan fleksibilitas kerja yang diberikan oleh kantornya.
Selain itu, kepulangan lebih awal dinilai dapat menghindari kepadatan penumpang yang biasanya meningkat mendekati hari Lebaran.
Baca Juga: Jelang Puncak Arus Mudik, Volume Penumpang Kereta Api di Daop 1 Jakarta Meningkat
"Karena emang sudah dapat WFH sih Kak, kebetulan juga sudah dapat cuti dari kantor,” kata Lina, Selasa, 14 Maret 2026.
Lina juga menceritakan pengalamannya saat berburu tiket kereta api untuk mudik. Lina mengaku harus bersaing dengan banyak calon penumpang lain karena tiket cepat habis, sehingga ia dan teman-temannya harus melakukan pemesanan secara bersamaan menggunakan beberapa perangkat.
“Kalau dari aplikasi KAI Access susah banget sih Kak, jadi mental terus rasanya nggak dapat-dapat. Akhirnya pakai beberapa device, ada yang pakai Traveloka juga,” ujarnya.
Akhirnya, ia berhasil mendapatkan tiket kereta tambahan yang disediakan jelang masa mudik Lebaran. Ia mengaku bersyukur masih bisa memperoleh tiket meski sebelumnya tidak mendapatkan tiket kereta reguler.
Baca Juga: Mudik Balik Bareng Honda 2026 Berangkatkan 2.521 Pemudik ke Yogya dan Semarang
“Kalau aku akhirnya dapat kereta tambahan, karena sebelumnya nggak dapat yang reguler,” ucapnya.
Perempuan berusia 24 tahun itu mengaku seluruh keluarganya tinggal di Solo, sehingga momen Lebaran menjadi kesempatan penting untuk berkumpul. Ia juga menyebut tahun ini menjadi pengalaman pertama baginya merantau ke Jakarta.
“Iya, sekeluarga ada di Solo semua. Kebetulan tahun ini juga baru merantau ke Jakarta,” tuturnya.
Meski baru setahun sebagai perantau, Lina senang bisa kembali ke kampung halaman setelah jauh dari keluarga. Menurutnya, momen lebaran selalu menjadi waktu yang paling dinanti untuk bersilaturahmi.
“Kalau perasaannya senang ya Kak, bisa silaturahmi bersama keluarga di waktu Lebaran ini. Momen-momen kayak gini kan yang ditunggu-tunggu,” katanya.
Setelah merayakan Lebaran bersama keluarga di Solo, Lina berencana kembali ke Jakarta pada 24 Maret untuk kembali bekerja. Ia juga mengaku tidak mengikuti program mudik gratis, karena menilai program tersebut sebaiknya dimanfaatkan oleh pekerja lain yang lebih membutuhkan.
